Di Urusan Karier, Inilah Keuntungannya Kita Menjadi Generasi Z

  • Rabu, 20 Desember 2017 19:15 WIB

Kalau dipanggil dengan nama ejekan, mesti sebel dan seneng sih? | Rizki Ramadan

HAI-online.com - Siapa di sini yang udah tau apa itu generasi Z? Yap, generasi Z adalah generasi yang lahir pada tahun 90-an hingga 2000-an. Tentunya pada generasi ini, perkembangan teknologi pun sudah sangat canggih dan tantangan hidup juga semakin berat untuk dihadapi.

Dalam Indonesian Youth Conference (IYC) 2017 yang diselenggarakan di Cilandak Town Square, Jakarta, Sabtu (16/12/2017) terdapat sesi “The Future Of Gen Z” dengan pembicara Rezha Bayu Oktavian (Business Development Youth Manual) dan Julia Jasmine (Mentor Youth Manual) yang membahas berbagai permasalahan atau tantangan yang akan dihadapi para generasi Z.

Menurut Rezha Bayu Oktavian, Business Development Youth Manual, salah satu tantangan yang terberat bagi anak-anak muda Indonesia adalah kekurangan informasi mengenai dunia perkuliahan dan karir. Padahal sebetulnya, dua hal itu sangatlah penting untuk mempersiapkan dan menghadapi masa depan nantinya.  

(BACA: Kok Bisa Yah, Orang-orang Dari Berbagai Negara Ini Mukanya Mirip Banget Sama Seleb Hollywood)

Pada sesi ini juga menjelaskan bahwa beberapa pekerjaan yang saat ini sedang eksis keberadaannya, bisa jadi dalam beberapa tahun (ketika generasi Z sudah lulus kuliah) jenis pekerjaan tersebut dapat hilang. Begitupun sebaliknya, beberapa jenis pekerjaan yang sebelumnya nggak terpikirkan tapi bisa jadi untuk beberapa tahun ke depan justru sangat dibutuhkan. Contoh pekerjaan yang pada beberapa tahun lalu sama sekali nggak terpikirkan nih, yaitu food stylist, social media specialist, UI/UX Designer, dan masih banyak lainnya. Namun nyata, pekerjaan tersebut sangatlah dibutuhkan untuk saat ini lho! Nggak nyangka banget kan kamu pasti?   

Oiya, ketika kamu sudah lulus kuliah nanti, pasti dong ingin mendapatkan karir yang bagus? Nah, ternyata dalam karir tuh ada tahap-tahapnya lho, yaitu pertumbuhan (growth), eksplorasi (exploration), memulai (establishment), pemeliharaan (maintenance), dan yang terakhir adalah penurunan (decline).

“Ketika usia kamu menginjak 15-25 tahun maka kamu memasuki tahap ekplorasi (exploration). Tahap inilah waktunya kamu untuk menjelajahi berbagai hal. Misalnya, kamu mulai mengeksplorasi diri kamu atau belajar lebih mengenal diri kamu seperti apa. Kemudian cobalah untuk mengobrol dengan sebanyak mungkin orang agar pengetahuanmu pun bertambah. Hal yang terakhir adalah yakinkan dirimu tentang passion atau sesuatu hal yang kamu lakukan. Apakah sudah sesuai dengan keinginan dirimu (tanpa paksaan orang lain) atau belum,” ujar Julia Jasmine, Mentor Youth Manual  kepada HAI dalam sesi “The Future of Gen Z,” Indonesian Youth Conference (IYC) 2017, Cilandak Town Square, Jakarta, Sabtu  (16/12/2017).

Dalam sesi ini, terdapat hal yang menarik lho! Yap, para pembicara meminta para peserta untuk menggambar tiga hal, yaitu sesuatu yang indah (gambar bebas), orang, dan Chibi Maruko-chan. Ternyata, waktu yang dibutuhkan para peserta untuk menggambar Chibi Maruko-chan lebih cepat dibandingkan saat menggambar sesuatu yang indah dan orang. 

“Artinya, ketika seseorang memiliki role model dalam hidupnya maka akan lebih mudah untuk merancang masa depan. Role model dicari karena karakteristiknya atau hal apa yang membuat kamu kagum terhadap dirinya. Hal ini bukan berarti bahwa kamu harus menjadi dirinya, tetapi hanya sebatas ‘acuan’ kamu saja,” papar Julia Jasmine. 

Dengan begitu, kita sebagai generasi Z maka sudah saatnya dari sekarang untuk merancang atau mempersiapkan masa depan nih guys. Seperti belajar yang giat, temukan passion kamu, dan hal-hal lainnya. Pokoknya sukses selalu yaa!

(Penulis : Kalika Diah P.M)

Reporter : HAI Internship
Editor : Rizki Ramadan

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×