Follow Us

Kecanduan Belanja Online Dikategorikan sebagai Gangguan Mental

Dok Grid - Jumat, 02 Februari 2024 | 09:56
logo belanja online
via Money Crashers

logo belanja online

HAI-Online.com - Di antara kalian ada yang punya hobi belanja barang secara online nggak sob? Kalau iya, mulailah waspada karena para psikoterapis mengkategorikan kebiasaan satu ini sebagai gangguan mental.

Seperti dilansir HAI dari Daily Mail, peneliti menyebut bahwa gangguan bernama buying-shopping disorder (BSD) ini sebenarnya sudah ditemukan sejak beberapa dekade lalu, namun memiliki arti baru di era teknologi sekarang.

Orang-orang yang terobsesi dengan belanja online meningkatkan kemungkinan untuk berhutang, berdebat dengan orang yang dicintai, hingga benar-benar kehilangan kendali diri.

Dalam sebuah studi, para peneliti mendapati bukti dari 122 pasien yang mencari bantuan untuk kecanduan belanja online, di mana mereka mempunyai tingkat depresi serta kecemasan lebih tinggi dari biasanya.

Baca Juga: Jangan FOMO! Selain Bisa Bisa kena Pidana, Ini Bahaya Main Judi Online

"Sudah saatnya untuk mengenali BSD sebagai kondisi kesehatan mental," ungkap salah seorang psikoterapis dari Hannover Medical School, Jerman bernama Dr Astrid Muller.

Meski belum diklasifikasikan sebagai gangguan mental tersendiri, kondisi ini merupakan bagian dari kelainan kontrol impuls dan dapat mengakibatkan efek serius bagi kesehatan mental.

Para peneliti menjelaskan, BSD dapat menyebabkan hasrat ekstrem untuk membeli barang dan menghasilkan kepuasan tersendiri ketika mereka membelanjakan uang.

Hal itu pun kemudian dapat menyebabkan gangguan dalam pengendalian diri, tekanan ekstrim, masalah kejiwaan, kesulitan dalam hubungan, kekacauan fisik, hingga terjerat hutang.

"Kami berharap temuan ini mendorong penelitian di masa depan yang membahas karakteristik fenomenologis berbeda, komorbiditas terkait, dan konsep perawatan khusus," harap Muller.

Waduh, ngeri juga ya sob! Buat kalian yang kecanduan belanja online dan ingin berhenti, segera aja datang ke psikoterapis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (*)

Source : Daily Mail

Editor : Hai

Baca Lainnya

PROMOTED CONTENT

Latest