Eksim Itu Bukan Penyakit Gatal Karena Jamur, Bro. Ini 5 Hal Yang Perlu Kamu Ketahui

  • Rabu, 10 Januari 2018 10:00 WIB

Eksim itu bukan gatal karena jamur | .

HAI-Online.com - Kita pikir itu jamur kulit, tapi kok warnanya merah dan strukturnya tebel gini? Eits, tunggu dulu, belum tentu itu jamur kulit biasa. Bisa jadi kita sedang menderita eksim pada kulit kita. Karena ada perbedaan yang mendasar antara penyakit eksim dengan jamur kulit. Secara kasat mata, sebenarnya eksim memiliki sedikit corak yang beraneka ragam pada kulit. Sedangkan untuk penyakit kulit yang disebabkan jamur, coraknya nggak beragam. Tapi kedua penyakit ini memiliki tanda yang hampir sama, yaitu gatal-gatal.

“Penyakit ini memang dapat kambuh namun bukan berarti nggak bisa disembuhkan. Pengobatan yang udah benar dan membuat eksim hilang boleh dilanjutkan dengan perlindungan di daerah itu. Misalnya dengan pengolesan salep atau lotion setiap malam. Ini supaya kulit menjadi terlindung dan nggak mudah kambuh,” kata Dr. Eddy Karta, SpKK, RS Cipto Mangunkusumo

Supaya kita nggak salah mengenal penyakit kulit yang satu ini, ada baiknya kita mengenali apa itu eksim dan gimana cara merawatnya.

BACA: Bro, Inilah Penyebab Gatal di Selangkangan dan Cara Mengatasinya. Jangan digaruk!

Apa itu Eksim?

Dalam bahasa ilmiah, eksim disebut sebagai dermatitis. Merupakan istilah kedokteran untuk kelainan kulit yang seperti meradang dan iritasi. Gawatnya, penyakit ini bisa dengan mudah menyerang kulit kita. Apalagi, peradangan bisa muncul di mana aja di sekitar bagian tubuh. Tapi kalau radang yang disertai iritasi kayak gini umumnya bakal lebih menyerang bagian tangan dan kaki. Eksim jenis dermatitis atopik adalah yang paling banyak ditemui terjadi pada orang Indonesia. Biasanya penyakit ini ditandai dengan bentuk kemerahan, hingga bentuk yang berat disertai bengkak dan bernanah.

Penyebab Eksim

Penyakit eksim ternyata bisa juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Menurut para ahli, eksim juga berhubungan dengan aktivitas daya tahan tubuh yang berlebihan. Hal ini menyebabkan tubuh melakukan reaksi yang berlebihan terhadap iritan atau bakteri yang sebenarnya nggak berbahaya bagi kulit. Sedangkan jenis eksim atopik sering disertai kondisi medis lain seperti hay fever atau sensitif terhadap serbuk sari. Bisa juga karena kita memiliki riwayat menderita asma.

Gejala

Gejala utama yang perlu kita sadari adalah adanya rasa gatal yang nggak tertahankan di bagian yang terkena eksim. Gejala ini kemudian disertai dengan kulit bersisik, peradangan, dan bersifat kambuhkambuhan, terutama pada bagian rasa gatal. Kadang walaupun belum ada tanda-tanda merah di kulit, tapi rasa gatalnya udah duluan muncul. Lalu lama-kelamaan kulit itu memerah, menebal, kering dan menjadi korang. Bagi pemilik kulit putih, biasanya eksim bewarna merah muda lalu menjadi coklat. Sedangkan pada kulit gelap, warnanya bisa jadi lebih terang atau lebih gelap.

Cara Mengobati

Pengobatan penyakit eksim lebih kepada menghilangkan rasa gatal sehingga infeksi bisa dihindari. Biasanya, menggunakan krim pelembab dan lotion akan sangat dianjurkan ketika kulit eksim terasa gatal dan kering. Perawatan dengan lotion bertujuan untuk membuat kulit menjadi lebih lembab. Kita juga bisa menggunakan salep atau krim hydrokortison yang mengandung kortikosteroid untuk mengurangi proses inflamasi yang sering disebut dengan peradangan. Tapi kalau eksim udah terlanjur parah, memang sebaiknya kita konsultasi pada dokter supaya mendapat penanganan yang lebih baik.

(Penulis: Meryam Zahida)

Reporter : Wiji Adrian
Editor : Rizki Ramadan

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×