Music

Ini yang Bikin Mooner Beda dari The SIGIT, Sigmun, atau The Slave, Bukan Cuma Supergrup Lho!

Mooner yang beranggotakan Rekti (bass), Absar (gitar/vokal), Marshella (vokal), dan Tama (drum, vokal).
Foto by : Dok. Mooner

Berawal dari jamming iseng antara Absar (The Slave), Tama (Sigmun) dan Rekti (The Sigit) yang sama-sama suka musik dan skateboard, supergrup bernama Mooner pun lahir. Trio ini milih heavy rock sebagai genre.

Ah, The SIGIT, Sigmun, dan The Slave juga punya unsur heavy rock yang kuat. Jadi apa bedanya si Mooner sama yang lain?

Nah, HAI dapet kesempatan buat dengerin materi mereka sebelum dirilis ke publik! (Jangan iri yes!) Bisa dibilang, Mooner lebih "lokal". Terbukti sih di album perdana mereka, Tabiat. Proses pembuatan album ini memakan waktu selama 1 tahun, dengan memanfaatkan waktu luang di Red Studio Bandung, yang dikerjain dengan santai.  Hasilnya adalah 12 lagu bernuansa heavy rock yang sangat mereka gemari, seperti band-band rilisan Vertigo dan Akarma Records, hingga AKA dan juga Panbers.

https://scontent-sit4-1.cdninstagram.com/t51.2885-15/s640x640/sh0.08/e35/14723488_1880838332143986_2129917029895897088_n.jpg
Proses rekaman Mooner.

Tapi, album berjudul Tabiat ini jauh dari kesan "nyontek" influence mereka lho. Emang sih, masih kental dengan warna stoner rock yang menjadi ciri khas Absar, si pembuat musik, saat masih tergabung dalam The Slave. Namun kali ini pemilihan nada dalam riff ciptaannya sarat dengan nuansa ‘ketimuran’ yang berakar dari tanah kelahirannya di kota Padang.

Rekti yang nggak nyanyi di Mooner dan milih main bass, ngasih kontribusi lewat lirik dalam bahasa Indonesia (Pertama kali lho!). Ia juga bertanggung jawab dalam proses mixing dengan bantuan Avedis Mutter (Rebuilt 40124 Studio).

https://scontent-sit4-1.cdninstagram.com/t51.2885-15/s640x640/e35/15056737_731646300325545_7243726081465778176_n.jpg
Mooner live in Bandung.

Sementara Tama melengkapi dua kawannya itu. Ia bermain lepas menghantam drum tanpa beban, yang menjadi salah satu unsur pembawa suasana dalam setiap lagu yang terdapat di dalam album ini. Irama lagu dibawa cepat dan pelan sesuai dengan interpretasi dirinya terhadap riff-riff gitar buatan Absar.

Trus siapa vokalisnya?

Departemen vokal emang cukup nonjol nih. Soalnya, Marshella Safira (Sarasvati) dipilih buat ngisi suara. Unik sih, lagu-lagu heavy di album ini jadi seimbang gara-gara vokal merdu Marshella.

Tabiat akan dirilis pada 20 April, dan tersedia dalam format CD dan digital (iTunes, Spotify, Google Play, etc). Ada juga format kaset dibuat dalam jumlah yang terbatas dan hanya bisa didapatkan melalui bundling package (berisi CD, kaos dan kaset). Nggak sekalian vinyl nih bos?

Alvin Bahar

Mengawali karier di HAI sebagai reporter sejak 2012 dan kini menjabat sebagai digital content specialist. Pernah mewawancarai band nagri seperti Simple Plan, Deafheaven, Mogwai, dan AKB48. http://ameblo.jp/alvinissimo

comments

embed this article

Copy and paste this code into your website.

×