Musim Hujan, Hati-Hati Bikin Tenda Kemping. Salah-Salah Malah Bikin Ketemu Maut. Beneran, Nih!

  • Selasa, 14 Maret 2017 10:30 WIB

Hati-hati di puncak gunung atau bukit di kala hujan.

Maksud hati mau menikmati keindahan alam dari puncak Bukit Besar, Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Merapi, eh kesamber petir. Alhasil maut yang dateng menjemput.

Petir itu menewaskan tiga orang pelajar dari SMK Negeri 1 Penukal, Kabupaten Penukal Adab Lematang Ilir pada Sabtu (11/3) malam. Mereka adalah M Ramadhan (16), Almahesa (16), dan Sangkut (16). Sementara mereka yang selamat adalah Ayu (16), Reni (14), Wawan (16), dan Rudi (16).

Kejadian berawal dari niat tujuh orang tadi datang ke Bukit Besar untuk berlibur. Mereka memutuskan untuk mendaki bukit dan mendirikan tenda di puncak Bukit Besar. Saat tiba di puncak, tenda yang udah mereka dirikan rusak terkena hujan deras. Kepala Kepolisian Sektor Merapi Ajun Komisaris Sofyan Ardeni, saat dihubungi wartawan Harian Kompas menceritakan runut kejadiannya setelah itu.

Akhirnya, tiga orang terpaksa keluar untuk memperbaiki tenda itu. Sementara empat yang lain tetap tinggal di dalam tenda. Tapi naas, petir tiba-tiba menyambar, sampai ketiganya tewas di tempat dengan tubuh penuh luka bakar. Empat orang yang ada di dalam tenda juga mengalami luka bakar ringan sampai sedang. Peristiwa ini diakui, Camat Merapi Selatan, Gemris Palo, baru pertama kali terjadi. "Ini murni musibah. Saat mereka di puncak, tiba-tiba cuaca memburuk," ujarnya.

Selama ini, lanjutnya, kawasan Bukit Besar memang jadi tempat tujuan wisata. Saat peristiwa terjadi, kawasan ini juga sedang ramai dikunjungi wisatawan. Kemungkinan korban berada di paling puncak sehingga resiko tersambar semakin besar.

Evakuasi ketiganya pun akhirnya berlangsung sulit. Aarat kepolisian dibantu TNI dan warga mendatangi tempat kejadian. Proses penurunan korban cukup sulit karena lokasi perbukitan cukup terjal. Makanya, semua korban baru bisa dievakuasi pada Minggu dini hari.

Gara-gara kejadian ini, kawasan Bukit Besar nggak boleh dilewati terlebih dahulu. Sistem pengawasan ketat terhadap pengunjung sedang dievaluasi. Semoga bisa dibentuk sistem yang aman dan nyaman untuk pengunjung, ya pak!

 

 

Sumber : Harian Kompas

Reporter : Yorgi Gusman
Editor : Yorgi Gusman

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×