Telolet Bakal Dilarang, Bahagia itu Sederhana Pun Bakal Dihentikan. Ini Alasannya!

  • Jumat, 23 Desember 2016 11:15 WIB

Telolet Bakal Dilarang, Bahagia itu Sederhana Pun Bakal Dihentikan. Ini Alasannya!

Baru juga viral di belahan dunia bahkan beberapa DJ dunia lagi memproses remix musiknya yang terinspirasi dari bunyi-bunyiannya, eh pemerintah bakal mengeluarkan larangan ”Telolet” dibunyikan. Sedih nggak sih, guys!

Padahal anak-anak, remaja dan orangtua udah mulai menikmati pengalaman teriak ”Om Telolet Om” di jalanan. Mereka jadi punya ajang buat mencari kebahagiaan dengan cara sederhana. Setuju nggak?  Pasalnya juga, gara-gara Om Telolet Om, Indonesia jadi terkenal dan punya keunikan baru. Iya, kan?

Tapi guys, tetap aja, pada Kamis (22/12) kemarin Kementerian Perhubungan (Kemnhub) mengeluarkan topik bakal memberhentikan para pemburu telolet di jalanan.

Nggak cuma Kemenhub yang punya alasan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang nggak mau warganya iku-ikutan “ngabul” seperti warga Jawa Timur lainnya juga ngasih pendapat untuk mendukung pelarangan tersebut. Emang apa aja sih alasannya!

telolet mendunia, Om. Udah tahu belom, om?
telolet mendunia, Om. Udah tahu belom, om?

Dianggap Bukan Mainan

"Klakson itu (telolet) bukan untuk mainan, tapi digunakan jika ada perlunya," kata Bu Risma, tegas pada Kamis (22/12) kemaren.

Risma mengungkap pendapat kalo di Kota Surabaya nggak ada aktivitas warga di pinggir jalan yang meminta sopir bus membunyikan klakson telolet (ngabul), tapi faktanya nggak sedikit lho YouTuber pemula di sana yang mau mencobanya.

Bocah-bocah pemburu suara klakson Om Telolet Om
Bocah-bocah pemburu suara klakson Om Telolet Om

Nggak Ada kerjaan

Sepengalaman wali kota perempuan pertama di Surabaya ini, dia mengaku juga pernah ditanya-tanya soal telolet saat ia berada di luar negeri. Wih. Kalo kita sih seneng banget ditanya begituan saa bule hehhe tapi Bu Risma malah ogah, katanya nggak ada kerjaan.

Wong aku pernah ditanya orang luar negeri, 'Bu, di sini kok nggak ada yang bunyikan klakson. Apa kamu larang, sampai gitu'. Yo tak bilang, 'Nggak aku nggak larang, kurang kerjaan melarang orang bunyikan klakson'," ungkap Risma dikutip dari detik.

ngabul demi telolet
ngabul demi telolet

Bikin Kacau banyak orang

Selain nggak ada kerjaan, alasan inti dari pelarangan klakson telolet untuk para pemburu bunyi-bunyian di jalan, menurut Menhub Budi Karya Sumadi akan mengacaukan lalulintas.

“Ya itu (fenomena “bus telolet”) menggembirakan tapi rada sedikit membuat kekacauan ya karena ada kemungkinan itu bisa terjadi kecelakaan, anak anak gitu,” katanya saat menanggapi maraknya orang-orang ngabul.

sopir yang ini  mau dihukum juga nggak
sopir yang ini mau dihukum juga nggak

Sopir bisa dihukum

Sebelum ke wacana bakal adanya pelarangan bus membunyikan telolet untuk orang-orang yang ngabul, seperti disampaikan oleh Arief Setiawan selaku ketua Bismania Community (BMC) aturan yang udah berlaku ke para sopir adalah soal desibel klakson bus.

Batasan desibel klakson ini nggak boleh melebihi aturan sehingga para sopir bus nggak harus caper kalo-kalo ad ayang teriak di jalan ”Om telolet Om”. Karenanya, bila memang ada bus yang melanggar ketentuan itu, maka hukuman bisa dijatuhkan untuk para pelanggar saja, bukan seluruh bus sejenis.

Reporter : Ali Sobri
Editor : Ali Sobri

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×