Follow Us

4 Hal yang Harus Kamu Lakukan di Museum Seni Supaya Nggak Malu-maluin

Alvin Bahar - Jumat, 18 Mei 2018 | 13:59
YAYOI KUSAMA: LIFE IS THE HEART OF A RAINBOW
Museum MACAN

YAYOI KUSAMA: LIFE IS THE HEART OF A RAINBOW

Kebanyakan orang menilai karya seni berdasarkan keterampilan saja (misalnya, "Wow, saya tidak pernah bisa membuatnya,” atau, "Oh, anak saya bisa membuat itu"). Namun, penting untuk diingat bahwa menilai sebuah karya seni akan mengalihkan perhatian dan reaksi kamu terhadap karya itu sendiri. Sebaliknya, alihkan perhatian kepada reaksi kamu terhadap seni. Bagaimana perasaan kamu ketika mendengar karya itu, atau melihatnya?Inilah sebabnya mengapa memandang seni abstrak bisa begitu menantang. Banyak orang dengan cepat menolak seni abstrak sebagai sesuatu yang elementer, samar-samar, dan / atau megah. Bahkan dengan mudahnya ngomong “Saya juga bisa bikin ini”. Jangan menghakimi seni.

3. Ketahui cara bikin seni

Biasanya di karya seni ditulis bahan-bahan untuk membuatnya. Bayangkan juga gimana caranya seniman menggarap karyanya tersebut. Apakah bisa jadi dalam waktu semalam atau membutuhkan waktu bertahun-tahun? Apakah menggunakan bahan-bahan rumit? Dengan mengetahui cara seniman membuat karya, kamu seenggaknya bakal lebih respect dengan karya seni.

4. Sadar bahwa seni lebih berharga dari foto Instagram yang baik

Oke mungkin museum seni terlihat sedap dipandang dan jadi obyek sempurna buat melengkapi feeds kamu yang udah dirapiin dengan teliti tersebut. Tapi, apakah kamu harus rela mengorbankan sebuah seni demi foto Instagram semata? Apalagi kalo di pameran atau museum tersebut melarang mengambil foto atau memegang karya. Jangan malu-maluin deh! Likes dan followers Instagram bisa dicari dengan cara lain, nggak perlu dengan merusak sebuah karya seni.

Editor : Hai

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest