Follow Us

Dilarang Jenguk, Pemuda Ini Tengok Ibunya dari Jendela RS Tiap Malam hingga Meninggal

Bayu Galih Permana - Rabu, 22 Juli 2020 | 11:05
Jihad setiap malam menengok sang ibu dari jendela rumah sakit.
via Boredpanda

Jihad setiap malam menengok sang ibu dari jendela rumah sakit.

HAI-Online.com - Baru-baru ini, seorang pemuda bernama Jihad Al-Suwaiti tengah ramai menjadi bahan perbincangan di media sosial karena kisahnya yang rela memanjat jendela rumah sakit tiap malam untuk menengok sang ibu.

Baca Juga: Jangan Jenguk Pasien atau Orang Suspek Covid-19, Ini Kata Dokter Reisa Biar Nggak Tertular

Melansir dari Boredpanda, semua bermula ketika ibu dari pemuda asal Palestina tersebut harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena terinfeksi virus corona dan mengidap leukimia.

Nggak diperbolehkan pihak rumah sakit menengok secara langsung karena bisa meningkatkan risiko penularan, Jihad pun memanjat jendela luar tempat kamar ibunya dirawat.

Nggak cuma sekali dua kali aja, tindakan tersebut dilakukan oleh Jihad setiap malam hingga sang ibu menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis (16/7) kemarin.

Baca Juga: Nggak Sengaja Log Out Gara-gara Bakso Jatuh ke Keyboard, Nilai Ujian Online Mahasiswi Ini Mengenaskan

Fakta mengenai Jihad yang setia menengok dan menunggu ibunya tersebut terungkap lewat pernyataan langsung dari pihak rumah sakit.

"Dia menghabiskan waktunya di sini, melihat kondisi ibunya dari jendela luar sebelum kemudian baru turun ketika sang ibu sudah tidur," ujar juru bicara dari pihak rumah sakit.

Jihad setiap malam menengok sang ibu dari jendela rumah sakit.
via Boredpanda

Jihad setiap malam menengok sang ibu dari jendela rumah sakit.

Saudara Jihad, Rasmi bercerita, adiknya sudah beberapa kali dilarang petugas rumah sakit karena alasan keamanan, namun tetap bersikeras karena dia nggak ingin berpisah dengan ibunya.

Baca Juga: Nekat Ajak Beruang Liar Selfie, Kelompok Pengunjung Ini Alami Hal Tak Terduga

"Ibu kami menderita leukimia dan beberap minggu lalu didiagnosa terinfeksi Covid-19," ujar Rasmi menjelaskan mengapa pihak rumah sakit melarang untuk menjenguk ibunya secara langsung.

Ketika mendengar bahwa ibunya telah pergi, Jihad pun merasa sangat terpukul dan marah, tetapi saat ini sudah mulai bisa menerimanya.

Sedih banget ya sob. Jangan lupa sayangi orang-orang terdekat kalian karena semua baru terasa ketika semua telah pergi meninggalkan kita. (*)

Source : Boredpanda.com

Editor : Hai

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest