Follow Us

Monkey To Millionaire Bawa Semangat "Indie Rock" Tahun 2000-an di Album Baru

Fadli Adzani - Selasa, 19 Februari 2019 | 13:15
Monkey To Millionaire
Muhammad Asranur

Monkey To Millionaire

HAI-ONLINE.COM - Monkey To Millionaire, band indie yang sudah cukup lama berkecimpung di industri musik lokal, baru-baru ini merilis album keempat mereka, bertajuk Bipolar.

Kalau ngomongin band yang digawangi Agan dan Wisnu ini, kita nggak bisa melupakan Lantai Merah, album pertama mereka yang viral ketika baru dirilis pada satu dekade silam.

Bayangkan saja, lagu-lagu seperti Replika, Merah, hingga Strange Is The Song In Our Conversation menjadi playlist wajib anak muda saat itu.

Baca Juga : Ngalahin Singapura, Indonesia Punya Unicorn Terbanyak di Asia Tenggara

Nah, banyak para penggemar mereka yang mengatakan kalau ada suasana "Lantai Merah" di album terbaru Monkey To Millionaire.

Monkey to Millionaire
Monkey to Millionaire

Monkey to Millionaire

Membahas hal itu, Agan pun mengatakan, ia ingin membawa semangat indie rock tahun 2000-an awal, di mana kesederhanaan menjadi hal yang sangat diutamakan.

"Memang kebetulan kalo gue sama Wisnu, kita kangen sama mood atau suasana indie rock tahun 2000-an," paparnya ketika main ke kantor HAI.

"Kesederhanaannya, aut-autannya, gue sering bilang, sekarang tuh harus serba dipikirin banget, lo buat lagu harus A, B, C, D, dan E. Sementara tahun 2000-an itu, kayak The Libertines misalnya, mereka cuek-cuek aja. Kita kangen kayak gitu lagi," lanjutnya.

Memang benar, sih, lagu-lagu di album Bipolar ini seakan membawa kita ke zaman Lantai Merah; ketukan drum yang sangat mengingatkan kita dengan pergerakan garage rock revival, sampai lantunan gitar penuh distorsi.

Lebih lanjut, HAI juga membicarakan tentang distribusi dari album terbaru Monkey To Millionaire bersama Agan dan Wisnu. Keduanya memilih untuk mendistribusikan Bipolar secara independen ke para pendengar setianya, dibandingkan harus "melempar" banyak kepingan CD namun pada akhirnya dikembalikan lagi.

"Lebih simple aja, maksudnya gue lebih seneng bener-bener tau yang dengerin Monkey To Millionaire siapa aja, jadi gue punya datanya, kota mana aja, menurut gue sih biar gak mubazir juga," ungkap Agan.

"Mendingan kita fokusin ke kota-kota tertentu yang emang dengerin banget, ikutin banget Monkey To Millionaire, dibanding gue harus cetak banyak banget gue lempar ke mana-mana, tapi akhirnya dibalikin juga." katanya mau efektif. (*)

Editor : Hai

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest

Popular

Hot Topic

Tag Popular