Follow Us

facebookinstagramyoutube_channeltwitter

Dicari: Kepala Sekolah Dengan 8 Ciri Ini. Siswa SMA Pasti Mengidolakannya!

Rizki Ramadan - Rabu, 08 Maret 2017 | 05:00
Peringatan Hari Guru Nasional di SMAN 65 Jakarta
Rizki Ramadan

Peringatan Hari Guru Nasional di SMAN 65 Jakarta

Seru atau nggaknya masa SMA itu memang bisa kita dan teman-teman kita yang menentukan, tapi, untuk urusan nyaman nggak nyaman menjalani 3 tahun berseragam putih abu-abu, kepala sekolah punya peran penting. Perubahan dan kebijakan dari kepala sekolah jadi penentu banget. Sekreatif-kreatifnya kita mengonsep acara pensi, kalau tangan doi nggak tergerak untuk tanda tangan, ya, nggak bakal terwujud juga tuh.

Walau pemerintah udah menetapkan standard bagi para kepala sekolah, namun dalam pelaksanaannya para kepsek menjalankan kepemimpinannya dengan cara mereka masing-masing. Ada kepsek yang bikin kita pede ngebanggain sekolah kita ke temen-temen beda sekolah, ada juga kepsek yang sering bikin kita emosi dan kita diem-diem berharap dia dirotasi ke sekolah lain.

Dari berbagai pengalaman banyak temen-temen sesama siswa SMA, inilah 10 ciri kepala sekolah yang dijamin bikin betah sekolah.

  • Punya Visi Oke Tentang Pendidikan
Selain mesti punya leadership yang kece, kepsek yang asik tuh punya visi oke juga tentang pendidikan. Dia banyak tahu tentang sistem pendidikan dari masa ke masa, di negara-negara lain, terus menerapkan versi terbaiknya untuk sekolah yang dipimpinnya.

  • Pidatonya Seasik Talkshow.
Pernah kan punya kepala sekolah yang kalo pidato pas upacara ngomongin hal-hal formalitas yang bikin ngantuk? Atau bahkan yang pidatonya isinya itu-itu aja, nggak pernah ganti topik. Nah kepala sekolah idaman para siswa itu yang tema pidatonya malah bisa bikin para siswa ketawa dan senyum-senyum karena terinspirasi. Topik yang diangkatnya pun topik yang lagi deket banget sama anak muda, terus dia ngasih konteks dan sudut pandang asik untuk menanggapi isu tersebut. Coba, deh, bayangin kalau ada kepsek yang ngebahas video klipnya Awkarin terus mengaitkan dengan isu feminisme atau tentang pentingnya meniru nasionalisme seperti Iga Massardi dan batiknya.

Nah, lebih asik lagi kalau saat pidato dia menyelipkan kuis kecil-kecilan berhadiah gitu deh.

  • Mengapresiasi Murid
Ratusan murid yang ada di sekolah selalu ringan tangan untuk salam dan cium tangan Kepsek, tapi coba itung deh, berapa jumlah murid yang pernah disalamin duluan sama kepsek karena dia salut?

Karena itu, para siswa jadi suka ngayal betapa asiknya punya kepsek yang suka ngasih apresiasi. Dan bukan cuma murid yang bisa menangin lomba atau aksi heroiknya yang tersorot media saja yang diapresiasi, tetapi juga temen kita yang sebelumnya dapet nilai 6 dan udah berhasil dapet nilai 7, misalnya; atau dia rela menyambut manis di depan gerbang tim basket yang udah pol-polan bertanding walaupun mereka kalah.

Kalau sebelumnya kita suka segan memuji, dengan punya pemimpin yang biasa ngasih apresiasi, kita para warga sekolah pun jadi mengikuti. Kalau udah gitu, budaya saling ceng-cengan atau bahkan bullying pun jadi pelan-pelan terkikis, kan.

Oh ya, nggak cuma terbiasa mengapresiasi prestasi, kepsek yang asik juga siap mengakui kekalahan dan juga menyemangati untuk proses yang lebih baik lagi itu penting loh. Anak didiknya juga pasti akan semakin termotivasi untuk melakukan yang terbaik di kesempatan berikutnya.

  • Anti-Pencitraan.
Ini, nih, tipe-tipe kepsek yang kalo ada tamu datang ke sekolah tiba-tiba berubah jadi malaikat penyelamat padahal kalo hari-hari biasa sifatnya terbalik 180 derajat. Bukannya nggak boleh sih pencitraan, tapi kalo emang kurang prestasi di sekolah harusnya berubah bukan cuma ditutup tutupin aja.

Coba pikir, deh, lebih baik mana: kepsek yang apa adanya tapi dia terlihat progresnya; atau kepsek yang sebenernya nggak sekece itu tapi dia berusaha keras untuk terkesan baik?

Editor : Hai

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest

Popular

Hot Topic

Tag Popular

x