Follow Us

Mana yang Paling Berbahaya di Kehidupan Sosial, Psikopat dan Sosiopat?

Al Sobry - Kamis, 02 Maret 2023 | 15:05
Mana yang Paling Berbahaya di Kehidupan Sosial, Psikopat dan Sosiopat?

  • Berpura-pura peduli
  • Menunjukkan perilaku berhati dingin
  • Gagal mengenali kesulitan orang lain
  • Memiliki hubungan yang dangkal dan palsu
  • Mempertahankan kehidupan normal sebagai kedok untuk aktivitas kriminal
  • Gagal membentuk keterikatan emosional yang tulus
Sebagai penjelasan tambahan, Willem HJ Martens berpendapat dalam artikel nya yang berjudul "The Hidden Suffering of the Psychopath" bahwa psikopat terkadang menderita rasa sakit emosional dan kesepian.

Sebagian besar dari mereka menjalani kehidupan yang penuh luka dan ketidakmampuan untuk memercayai orang lain, tetapi seperti setiap manusia lainnya, mereka juga ingin dicintai dan diterima.

Namun, perilaku mereka sendiri membuat penerimaan ini sangat sulit dan sebagian besar menyadarinya.

Beberapa orang merasa sedih dengan tindakan yang tidak dapat mereka kendalikan karena mereka tahu hal itu semakin mengisolasi mereka dari lingkungan sosial atau orang lain.

Baca Juga: Netflix Mendesak Para Penontonnya untuk Nggak Mengidolakan Ted Bundy

Hingga kini, penyebab pasti sosiopat tidak dapat dipahami dengan baik, tetapi diyakini bahwa lingkungan seseorang, masa kecil mereka dan cara mereka diasuh, mungkin memainkan peran yang lebih besar.

Sementara psikopat dikaitkan dengan adanya disfungsi di area otak, yang disebut amigdala, yang bertanggung jawab atas kemampuan seseorang untuk bereaksi dengan tepat terhadap peristiwa yang berpotensi berbahaya atau mengancam.

Bagian otak ini juga membantu mengatur emosi. Perubahan pada struktur dan fungsi bagian otak tertentu, seperti korteks prefrontal, korteks temporal, dan struktur paralimbik, telah diidentifikasi pada orang dengan psikopat. Namun, lingkungan juga diyakini berperan dalam membentuknya. (*)

Editor : Hai

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest