Follow Us

Suka Bergerombol, Aturan Pelonggaran Masker Tidak Berlaku Bagi Pelajar di Jawa Tengah

Al Sobry - Selasa, 24 Mei 2022 | 10:44
Ilustrasi anak sekolah.

Ilustrasi anak sekolah.

HAI-Online.com - Adanya pelonggaran pemakaian masker di luar ruangan disikapi berbeda di lingkungan pendidikan di Jawa Tengah.

Para siswa yang kerap beraktivitas secara bergerombol di sekolah tetap diminta memakai masker untuk menekan risiko penularan Covid-19 maupun penyakit menular lainnya.

Seperti diketahui, pelonggaran aturan bermasker di luar ruangan telah diumumkan Presiden Joko Widodo pada Selasa (17/5/2022) lalu.

Baca Juga: Pelajar SMA di Batu Viral Karena Rayakan Kelulusan Pakai Selebrasi Ronaldo, Ternyata Ia Siswa Berprestasi

Saat itu, Presiden menyebut, masyarakat yang sedang beraktivitas di luar ruang atau area terbuka yang tidak padat orang diperbolehkan tidak menggunakan masker.

Kebijakan itu dikecualikan bagi masyarakat yang masuk kategori rentan, lansia, orang dengan penyakit penyerta, serta orang yang sedang mengeluhkan gejala batuk - pilek.

Terkait kondisi pelonggaran masker, di Kabupaten Kudus, kebijakan itu disyukuri. Sebab, hal itu menandakan bahwa kondisi pendemi sudah lebih terkendali.

Namun, hal itu tak lantas membuat mereka lengah. Khusus di lingkungan sekolah, pelonggaran aturan pemakaian masker di luar ruangan diterapkan berbeda. Meski beraktivitas di luar ruangan, siswa-siswi tetap diminta memakai masker.

"Di sekolah, anak-anak cenderung bergerombol, apalagi waktu istirahat. Biasanya, mereka kumpul ramai-ramai, tidak memperhatikan ada yang sedang batuk atau pilek. Untuk itu, kami menyarankan agar mereka tetap memakai masker," kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kudus Harjuna Widada, Jumat (20/5/2022) lalu dikutip dari Kompas.

Menurut Harjuna, pihaknya sudah mengedukasi para guru dan kepala sekolah di Kudus, agar mereka selalu mengingatkan dan mengawasi siswa-siswinya dalam menerapkan protokol kesehatan.

Sekolah juga diminta memastikan penyediaan sarana penunjang protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan, masker cadangan, dan alat pengukur suhu badan.

"Para orangtua siswa juga kami minta agar selalu memperhatikan asupan gizi anak, kesehatan, dan kebersihan anak. Apalagi, sekarang ada ancaman baru yakni Hepatitis Akut yang masih misterius," imbuh Harjuna.

Baca Juga: Ramai Cancel Culture, Prambors FM Tunda Program Siaran Gofar Hilman

Protokol kesehatan serta pola hidup bersih juga diharapkan bisa diterapkan di lingkungan pendidikan di Kota Semarang. Siswa yang sedang sakit maupun yang masih takut untuk tidak bermasker di luar ruangan juga diminta tetap memakai masker.

"Pelonggaran kebijakan terkait masker ini silakan diterapkan sesuai dengan kondisi di lapangan. Kalau misalnya sedang berolahraga di lapangan, tidak pakai masker tidak masalah. Tapi, kalau sedang sakit atau masih takut melepas masker, sebaiknya tetap dipakai saja," ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri. (*)

Editor : Hai

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest