Follow Us

Gawat, Konser Musik Diprediksi Masih Bakal Vakum hingga September 2021 Akibat Corona

Bagas Rahadian - Selasa, 14 April 2020 | 17:06
Riset Bilang, Nonton Konser Musik Bisa Bikin bahagia!

Riset Bilang, Nonton Konser Musik Bisa Bikin bahagia!

HAI-Online.com - Nasib gelaran konser musik tampak semakin tak menentu usai muncul prediksi suram dari pakar kesehatan di Amerika Serikat terkait kelangsungan festival musik di tengah pandemi virus corona.

Dalam wawancara oleh New York Times, pakar kesehatan dari Universitas Pennsylvania menilai bahwa bisnis festival musik baru bisa kembali berlangsung selepas musim gugur atau pada bulan September 2021.

Itu artinya, seluruh gelaran festival musik bakal vakum selama setahun lebih terhitung sejak Maret 2020 lalu.

Direktur Institut Transformasi Kesehatan di Universitas Pennsylvania, Zeke Emanuel, memaparkan bahwa sejumlah sektor bisnis masih mungkin dimulai lebih cepat untuk meminimalisir kerugian, seperti halnya konstruksi, manufaktur, atau perkantoran.

Baca Juga: Allianz Indonesia Beri Dua Kebaikan untuk Pejuang Medis COVID-19, Beri Vitamin dan Alat Pelindung Diri

Menurut Zeke, kegiatan tersebut masih tergolong aman untuk dilakukan karena masih bisa dilakukan dalam jarak dua meter.

Sementara, pertemuan besar, seperti halnya konferensi, acara olahraga, dan konser diragukan akan kembali bisa dilangsungkan dalam waktu cepat.

"Ketika orang mengatakan akan menjadwal ulang konferensi atau acara kelulusan pada Oktober 2020, saya tidak tahu bagaimana menurut mereka itu yang masuk akal," ujar Zeke, dikutip dari Loudwire.

Baca Juga: Selama Pandemi COVID-19, Para Artis Porno Juga Diminta Kerja dari Rumah

Sementara itu, Zeke melanjutkan, beroperasinya kembali ruang publik dan ruang kerja berarti akan membuka potensi penularan virus di antara masyarakat, di mana masih ada kemungkinan pasang surut sehubungan dengan naik turunnya jumlah orang yang terinfeksi.

"Di Hong Kong, Singapura, dan tempat-tempat lain, kita melihat munculnya kembali (covid-19) ketika mereka membuka lebih banyak kegiatan. Ini akan menjadi roller coaster yang naik turun," kata Zeke lagi.

"Pertanyaannya adalah: Ketika naik, bisakah kita melakukan pengujian dan pelacakan kontak yang lebih baik sehingga kita dapat fokus pada orang-orang tertentu dan mengisolasi mereka dan tidak harus memaksakan kembali tempat berlindung bagi semua orang seperti yang kita lakukan sebelumnya?" pungkasnya.

Gelaran festival musik live menjadi salah satu sektor hiburan yang terkena imbas paling parah dari mewabahnya virus corona dengan dihentikannya secara masif sejak pertengahan Maret.

Selama absennya konser live, banyak musisi yang menempuh jalur live streaming dengan melakukan konser dari rumah untuk tetap menghibur para penggemar di seluruh dunia. (*)

Editor : Hai

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest