Liriknya sendiri, yang diciptakan Deva bersama Firza Achmar Paloh dari Sore, bercerita tentang meditasi. Alhasil, Polka Wars merasa perlu membuat aransemen musik yang lebih sejalan. “Perlu ada eksplorasi sisi sepi ‘"Rangkum"’, karena jati diri hakiki isinya adalah sunyi,” kata Aeng. “Karena itu, kami merasa perlu berbuat yang sepadan untuk ‘"Rangkum"’.”
4. Nggak takut nggak disukai penggemar
Dengan respons versi awal "Rangkum" yang positif, tentu saja ada kemungkinan versi baru "Rangkum" akan kurang disukai pendengar yang terlanjut cinta dengan yang lama. Tapi Polka Wars nggak mempermasalahkan itu. “Doyan nggak doyan, bebas,” kata Deva.
Lagipula, "Rangkum" versi baru ini juga punya tujuan lain, yakni memberi bayangan mengenai karya-karya Polka Wars yang akan ada di album kedua mereka yang sedang digarap, baik dari segi musik maupun liriknya yang berbahasa Indonesia setelah sepenuhnya memakai bahasa Inggris di album perdana Axis Mundi.
“Biar pendengar nanti paham Polka Wars sesuka-suka itu, jadi nggak kaget juga album kedua nanti jadi kayak apa,” kata Deva.