Tiba-tiba ada cowok berkaos kuning nyamperin kami. Ia terlihat akan mengeluarkan sesuatu dari ranselnya.
"Eh main Pokemon Go ya? Tim apa?" tanyanya.
"Gue tim Valor," ujar Bayu.
"Gue ada stiker nih. Goceng aja," lanjut si cowok berkaos kuning tersebut sambil menyodorkan beberapa cutting sticker tim Valor kepada Bayu.
Nggak pake pikir panjang, Bayu langsung beli tuh stiker. Maklum, dia memang Valor banget anaknya. "Temen-temen gue rata-rata Mystic. Tapi kita tetap temenan kok," paparnya.
Sampai di Pintu VII, suasana makin ramai. Ada yang bawa spanduk gathering Pokemon Go Indonesia. Beberapa trainer terlihat sedang diwawancarai media. Sesekali kami harus pindah tempat gara-gara ada sekumpulan pelari yang mau lewat.
Setelah semingguan main, Bayu mengaku ingin dapet temen baru gara-gara Pokemon Go. "Temen-temen gue jarang yang main. Pada kudet kayaknya. Coba ada fitur di mana para pemain lain keliatan di layar. Kan bisa disamperin terus diajak hunting bareng," curhatnya.
Lalu tiba-tiba ada Pinsir di Pokestop dekat kami berdiri. Beberapa pemain Pokemon Go di sekitar terlihat ada yang berusaha menangkapnya. Beberapa pemain yang tadinya duduk agak jauh dari kamu juga tiba-tiba berdiri dan pindah ke tempat Pinsir ditemukan.
Melihat cukup banyak anak seumuran Bayu yang main Pokemon Go, HAI jadi penasaran. Apa mereka sering kena omel gara-gara game ini ya.
"Gue sih nggak, soalnya kan masih libur!" ucap Bayu sedikit ngeles. "Hahaha... tapi kalo udah masuk nanti, pasti gue kurangin sih. Nyokap sih bilang nantinya gue boleh main kalo sore aja. Sama kalo nggak ada PR ya main aja katanya," lanjutnya.