Follow Us

Mahasiswa UKI Toraja Peroleh Gelar Sarjana Teologi Berkat One Piece

Tanya Audriatika - Selasa, 18 Oktober 2022 | 12:43
Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Toraja, Faldy Ekal Tappe berhasil raih gelar sarjana teologi usai teliti anime One Piece.
Dok. laman UKI Toraja

Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Toraja, Faldy Ekal Tappe berhasil raih gelar sarjana teologi usai teliti anime One Piece.

HAI-Online.com - Salah satu mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja, Faldy Ekal Tappe berhasil peroleh gelar sarjana teologi usai teliti anime One Piece karya Eiichiro Oda.

Penelitiannya berjudul Eklesiologi Trinitaris One Piece Telaah terhadap Relasi Kelompok Bajak Laut Topi Jerami dalam Anime One Piece berdasarkan pemikiran John D. Zizioulas dalam The One and The Many.

“Berdasarkan pemikiran John D. Zizioulas, gereja nggak pernah ada dengan sendirinya, tetapi selalu berada di dalam relasi dan persekutuan dengan yang lain,” terangnya dilansir dari laman UKI Toraja, Selasa (18/10/2022).

Mahasiswa prodi Teologi angkatan 2018 ini menungkapkan, alasan ia tertarik meneliti ini karena relasi antar manusia tercermin baik dalam serial anime One Piece ini.

Dalam skripsinya, Faldy menjabarkan karakter di kelompok Topi Jerami serta keunikan masing-masing karakter yang bersama-sama mengarungi laut untuk mencapai mimpi mereka.

Baca Juga: Kolaborasi One Piece x Vans Authentic Rilis Sneaker Model Straw Hat!

Faldy kemudian mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari dalam persekutuan gereja sebagai Tubuh Kristus.

“Di mana setiap anggota punya kepribadian masing-masing untuk saling menyokong serta jalin relasi antar anggota, lalu bersatu mewujudkan tujuan sebagai anggota Tubuh Kristus,” ujarnya.

Ia menambahkan, masih banyak serial anime yang bisa dikaji dalam bidang teologi, salah satunya Naruto karya Masashi Kishimoto, yang dapat menyadarkan musuhnya lewat ceramah.

“Riset di Fakultas Teologi UKI Toraja memang kita arahkan mengkaji teologi modern seperti saat ini. Teologi Modern sangat berhubungan dengan pop-culture (budaya populer),” pungkas Wakil Dekan Fakultas Teologi UKI Toraja, Dr. Johana Tangirerung. (*)

Editor : Hai

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest