Follow Us

Pantes Serem, Joko Anwar Pakai Instrumen dari Tulang Manusia di Film Pengabdi Setan 2: Communion!

Arlingga Hari Nugroho - Kamis, 11 Agustus 2022 | 19:35
Joko Anwar pakai instrumen dari tulang manusia untuk menciptakan suasana yang berbeda.

Joko Anwar pakai instrumen dari tulang manusia untuk menciptakan suasana yang berbeda.

HAI-ONLINE.COM – Masih dalam euforia film Pengabdi Setan 2: Communion, sutradara Joko Anwar cerita tentang instrumen musik yang dipakainya dalam pembuatan film ini.

Ketika membuat film Pengabdi Setan 2, Joko Anwar bahkan memakai instrumen dari tulang manusia untuk menciptakan suasana yang berbeda.

Ini bisa jadi salah satu penyebab kenapa film ini beneran serem ketika ditonton, guys.

"Untuk menciptakan dunia yang immersive ya, jadi kita memaksudkan supaya penonton masuk ke bioskop dan merasa masuk ke dunia Pengabdi Setan," ucap Joko Anwar di salah satu video di akun Instagram-nya.

Baca Juga: Penasaran dengan Sosok Batara dan Darminah di Pengabdi Setan 2, Joko Anwar Membahasnya Nih!

Menurutnya, biar penonton dapat merasakan sensasi horor yang dalam, doi berulang kali mencari sound yang tepat untuk menggambarkan suasana tersebut.

Meskipun sempat kesusahan mencari yang dimaksud, akhirnya Joko Anwar menemukan sound yang tepat ketika dimainkan dengan menggunakan instrumen dari tulang manusia.

"Bahkan ada satu sound yang spesifik kita ciptakan dari instrumen yang terbuat dari tulang manusia," kata Joko Anwar.

"Jadi ada satu sound yang kita cari dan nggak ketemu, akhirnya kita temukan dari memang instrumen alat musik yang terbuat dari tulang manusia yang namanya ini nih," imbuhnya sambil menunjuk tulisan 'Kangling'.

Baca Juga: Ratu Felisha bilang Peran Ayu Laksmi jadi Ibu di Pengabdi Setan 2 Beneran Horor: Gue Nggak Berani Ngajak Ngobrol!

Buat yang belum tahu, Kangling itu secara umum dapat diartikan sebagai alat musik seruling.

Kangling adalah nama Tibet untuk terompet atau tanduk yang terbuat dari tibia atau tulang paha manusia.

Biasanya instrumen musik ini digunakan dalam Buddhisme Tibet untuk berbagai ritual chöd (tradisi Yundrung Bönserta) dan juga saat pemakaman yang dilakukan oleh chöpa (pemuka agama).

Tuhkan beneran serem, guys!

Editor : Hai

Baca Lainnya

PROMOTED CONTENT

Latest