Baca Juga: Tajir Dadakan! Mantan Driver Ojek Online Raup Rp 230 Juta Cuma dari Tidur 7 Jam
Ditentang keluarganya
Awalnya dia bekerja sebagai tukang batu, kemudian dia pindah bekerja sebagai pembuat sepatu.
Dia bekerja dengan menyamar sebagai pria untuk menghidupi anak-anaknya.
"Saudara laki-laki saya semua ingin saya menikah," kenang Daooh saat dia menjalani sisa hidupnya sebagai pria.
Setelah Daooh memutuskan nggak menikah lagi, dia menjadi pria dan bahkan keluarganya nggak mengetahui apa yang dilakukannya.
Saat keluarganya tau dia menyamar sebagai pria untuk mendapatkan pekerjaan, kerabatnya marah.
Namun, Daooh mengatakan saat dirinya berusia 20-30 tahun dia memiliki kekuatan layaknya 10 laki-laki.
Makanya dia nggak ragu mencari pekerjaan kasar, meski keluarganya nggak menyukai tindakannya.
Dia bekerja di konstruksi, melakukan pekerjaan berat seperti mencampur beton, dan seiring berjalannya waktu dia mulai melakukan pekerjaan ringan.
Daooh kemudian bekerja sebagai tukang semir sepatu.
"Sulit bagi seorang wanita untuk melepaskan kewanitaannya, tetapi saya melakukan apapun untuk putri saya, itulah satu-satunya cara untuk menghasilkan uang," katanya.