Seperti pada kisah-kisah sebelumnya, Deftones pun juga mengalami "tekanan" yang hadir karena kesuksesan album mereka sendiri.
Nggak bisa dipungkri kalo album self-titled 'Deftones' (2003) adalah salah satu karya terbaik dari Deftones.
Hasilnya, di album selanjutnya berjudul 'Saturday Night Wrist' (2006) pun Deftones menjadi kurang maksimal dikarenakan para personel harus meredam ego dan jarang berbicara satu sama lain.
Setelahnya mereka sempat benar-benar hilang kontak sebelum reunian kembali untuk membicarakan penulisan album terbaru berjudul 'Eros' yang dijadwalkan untuk rilis pada 2008.
Baca Juga: Yuk Biasakan 5 Cara Sederhana Ini untuk Meningkatkan Gaya Hidup Sehat Sepanjang 2022
Nahas, bassist Chi Cheng mengalami kecelakaan hebat saat sedang merekam materi album ini. Dirinya kemudian dinyatakan koma sebelum meninggal dunia pada 2013.
Materi di album 'Eros' pun ditinggalkan dan Deftones merekrut bassist pengganti Sergio Vega. Secara ironis, bergabungnya Sergio Vega pun mengarahkan Deftones kembali pada jejaknya dengan materi yang lebih segar.
Hingga kini, hanya lagu berjudul 'Smile'-lah satu-satunya arsip yang tersisa dari album 'Eros' yang nggak pernah ada tersebut.
Baca Juga: Kenalan sama Frank Fiegel, Sosok Inspirasi Kartun Popeye yang Dikenal Nggak Kenal Takut!
Masih dalam imajinasi yang sama, album-album di atas pun kini hanya menyisakan sebuah pertanyaan solid, "apa yang bakal terjadi kalo album-album tersebut dirilis?".
HAI pun nggak punya audacity untuk menjawab pertanyaan tersebut. Anyway, dari sisa materi yang berhasil dihadirkan pada masing-masing album di atas, mana yang menjadi favorit kalian?