Follow Us

Menristek: Teknologi Drone Kargo Bakal Jadi Tren, dan Nggak Hanya di Bidang Militer

None - Rabu, 30 Desember 2020 | 21:00
Ilustrasi. Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brojonegoro
Carolus Agus Waluyo/Kontan

Ilustrasi. Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brojonegoro

HAI-ONLINE.COM - Program drone kargo diprediksi bakal menjadi tren teknologi di masa depan, baik untuk keperluan militer maupun sipil.

Hal tersebut dipaparkan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brojonegoro pada pemaparannya dalam Aerosummit 2020. Bambang mengatakan drone punya peran penting untuk membawa kargo karena kegiatan ekonomi membutuhkan pergerakan barang antar daerah yang semakin tinggi."Mudah-mudahan program kargo drone yang segera akan kita luncurkan akan menjadi pelengkap kemampuan kita menguasai teknologi dirgantara,” katanya di sela-sela Aerosummit 2020 yang disiarkan daring beberapa waktu lalu, sebagaimana dikutip Info Komputer. Bambang juga mengungkap pasar drone akan makin berkembang dengan nilai pasarnya lebih dari seratus miliar dolar Amerika. Karena itu, Indonesia harus menguasai teknologi drone.“Arah dan riset inovasi penerbangan dan dirgantara Indonesia tentunya harus kita sesuaikan dengan apa yang menjadi tren dunia dan kebutuhan Indonesia tentunya."

Baca Juga: Death Metal Guide From DeadSquad: Definisi, Sejarah, dan 4 Rekomendasi Album dari Daniel dan TepiKhusus untuk industri penerbangan di Indonesia, Bambang menjelaskan pemerintah telah menyusun road map lewat pembentukan Komite Kedirgantaraan Indonesia, pengganti Dewan Penerbangan Indonesia (Depanari). Kemenristek juga mengundang peran dari berbagai institusi dan kementerian/lembaga untuk memperkuat komite itu.Bambang mengatakan, road-map tersebut juga mencakup rencana pengembangan industri pesawat terbang menyusul program pesawat N219 Nurtanio, pesawat perintis hasil pengembangan bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan PT Dirgantara Indonesia. Bambang menyebut program pengembangan pesawat N245 (pesawat terbang berkapasitas 45 penumpang) serta pesawat R80 berkapasitas 80 orang.“Mudah-mudahan pelaku industri atau bisnis penerbangan yang hadir pada hari ini bisa membuat rencana jangka panjang bagaimana melengkapi armadanya dengan pesawat-pesawat buatan Indonesia,” kata mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas itu.

Sumber: Info Komputer

Penulis: Hanif Pandu

Editor : Hai

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest