Follow Us

facebookinstagramyoutube_channeltwitter

Jangan Sedih Gak Bisa Ikut #WisudaLDR2020, Menteri Pendidikan Singapura Tak Pernah Hadiri Upacara Wisudanya Sampai Jadi Orang Sukses

Al Sobry - Minggu, 07 Juni 2020 | 10:31
Jangan Sedih Gak Bisa Ikut #WisudaLDR2020, PM Singapura Tak Pernah Hadiri Upacara Wisudanya Sampai Jadi Orang Sukses
UPI

Jangan Sedih Gak Bisa Ikut #WisudaLDR2020, PM Singapura Tak Pernah Hadiri Upacara Wisudanya Sampai Jadi Orang Sukses

HAI-Online.com- Hebohnya orang-orang yang mengaku simpati dengan lulusan 2020 yang tak bisa mencecap upacara wisuda langsung ternyata malah membuat Wisuda LDR Challenge.
Alih alih mengenang masa lalu, mungkin saja sebagian lulusan yang menyaksikan postingan challenge itu jadi merasa bersedih, karena faktanya mereka yang tertantang itu telah menunjukkan foto-foto keramaian berkumpul dengan teman-teman dan keluarganya.
Sudahmahtak ada acara wisuda, sedih juga tak punya foto pakai toga. Jadinya nggak bisa deh ikut tantangan yang dilakukan figur publik sekalian.
Tenang, nggak semuachallengeharus kamu ikuti, karena semua itu bukan esensi.
Untuk mengobati kesedihan kalian, ternyata ada nih pengalaman Menteri Pendidikan Tinggi Singapura, Ong Ye Kung yang dalam hidupnya tak pernah ikut acara wisuda.
Padahal dia sudah berjuang mati-matian menyelesaian pendidikan sarjana dan masternya.
Nah, kisah pengalaman luar biasa ini dibagikan Ong Ye Kung melalui media sosialnya agar teman-teman lulusan 2020 tidak bersedih apalagi kecewa telah melewatkan momen wisudanya karena COVID-19.
Ong Ye Kung

Ong Ye Kung

"Saya sepenuhnya bisa mengerti. Ini merupakan tonggak penting bagi kamu dan orangtua. Namun sayangnya, saat ini tidak aman untuk mengadakan upacara. Kami tidak ingin memicu sekelompok orang terinfeksi. Maka momen yang harusnya membahagiakan malah akan menjadi tragedi.
"Saya nggak pernah menghadiri upacara wisuda saya. Saya beruntung dapat beasiswa luar negeri untuk gelar Sarjana saya dan kemudian gelar Master saya," klaimnya dalam tulisan panjang yang diunggahnya pada April lalu.
Dia mengenang bagaimana saat menyelesaikan studi sarjananya, ternyata Ong Ye Kung harus segera kembali ke negara asalnya untuk melayani komunitas.
"Bertahun-tahun kemudian, ketika saya menyelesaikan program master saya juga, saya nggak bisa ikut wisuda karena bayi pertama kami akan lahir kapan saja. Jadi sekali lagi saya tidak ikut kelulusan," kenangnya.
Justru, setelah sukses memberikan layakan ke masayarakat dan mendapat jabatan dalam pemerintahan dia akhirnya merasakan jubah dan toga wisudanya.
"Pertama kali saya mengenakan gaun kelulusan adalah pada tahun 2015, setelah saya menjadi Menteri Pendidikan, dan menghadiri upacara dimulainya NUS sebagai tamu kehormatan," katanya.
"Hari ini, saya senang telah memiliki pendidikan yang baik dan dapat memanfaatkan apa yang telah saya pelajari dengan baik. Saya tidak pernah menyesal tidak menghadiri upacara wisuda saya. Saya merindukan mereka karena alasan yang lebih penting daripada menghadiri mereka. Saya memilih untuk lulus dari kehidupan kerja, dan sebagai ayah," ulasnya lagi.
Dalam nada yang sama, setelah 23 tahun menikah, Ong Ye Kung dan istrinya hampir tidak mengingat acara makan malam atau upacara pernikahan mereka apalagi acara wisuda.
"Tetapi kami ingat, saat-saat kami habiskan bersama dan membesarkan anak-anak," tegasnya lagi.
Ong Ye Kung berpesan, kalo saat ini kamu berada di tahun terakhir belajar, percayalah, bertahun-tahun dari sekarang, kamu nggak akan melupakan momen kelulusan berharga ini.
"Kamu akan ingat bahwa kamu lulus dalam tahun yang luar biasa dalam sejarah, di mana jiwa manusia diuji dengan sangat ketat, dan kebaikan serta cinta di lingkungan sekitar membantunya," terangnya.
Ong Ye Kung menyarankan, untuk yang lulus di tahun corona, maka rayakanlah sewajarnya. Ajak keluarga dna orang terdekat terlibat dalam momen kelulusan kamu.
"Ambil foto yang bagus dan nikmati makan malam bersama keluarga di rumah. Saya yakin kamu bisa memunculkan ide-ide yang jauh lebih baik untuk merayakan kesempatan itu daripada saya. Selamat!" Pungkasnya. (*)

Editor : Hai

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Hai Play

Latest

x