Follow Us

Deretan Istilah yang Pernah Digunakan Tes Masuk PTN dari Masa ke Masa, dari SKALU, SIPENMARU sampai SBMPTN

Ricky Nugraha - Kamis, 11 Juli 2019 | 11:25
SBMPTN
SBMPTN

SBMPTN

HAI-online.com - Tiap tahun, pelaksanaan seleksi masuk perguruan tinggi negeri ( PTN) atau yang kini dikenal dengan istilah Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), selalu menjadi perhatian.

Seleksi serentak masuk PTN di Indonesia sendiri pertama kali digelar tahun 1976. Namun, bukan istilah SBMPTN yang digunakan, melainkan SKALU yang merupakan singkatan dari Sekretariat Kerjasama Antar Lima Universitas.

Setelah itu, istilah yang digunakan telah berubah sebanyak enam kali, sampai yang paling baru digunakan adalah istilah SBMPTN.

Mau tahu apa saja istilah tes seleksi masuk PTN yang pernah digunakan dari masa ke masa? Simak penjelasan berikut yang dirangkum Kompas.com dari kliping pemberitaan Harian Kompas:

Baca Juga: Belom Lolos SBMPTN 2019? Tenang, Ikuti Jadwal Lengkap Seleksi Mandiri PTN di Pulau Jawa

1976-1979: Sekretariat Kerjasama Antar Lima Universitas (SKALU)

SKALU diadakan secara serentak oleh 5 perguruan tinggi negeri di Indonesia. Kelima perguruan tinggi negeri itu adalah Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan Universitas Airlangga.

Pada tahun 1976, kelima perguruan tinggi tersebut menggelar Ujian Saringan Masuk (USM) seragam. Tujuan ujian saringan masuk bersama ini agar calon mahasiwa nggak harus ke daerah yang merupakan lokasi kelima universitas tersebut.

Penerapan sistem ini mendapatkan respons kurang baik bagi masyarakat karena ada dikotomi antara universitas atau institut yang mengikuti SKALU dan yang nggak tergabung dalam sistem ini.

Mekanisme SKALU, calon mahasiswa hanya bisa memilih satu jurusan dari kelima universitas yang tergabung di dalamnya. Selebihnya, boleh mimilih jurusan di luar SKALU atau menunggu tahun berikutnya kalau nggak lolos.

Baca Juga: 10 Prodi Saintek dan Soshum dengan Peminat Terbanyak di SBMPTN 2019

1979-1983: Sekretariat Kerjasama Antar Sepuluh Universitas (SKASU)

Pada perkembangan selanjutnya, SKALU berubah menjadi Program Perintis. Program ini bertujuan untuk menyiasati kekurangan pada program SKALU.

Meski bernama Program Perintis, istilah penerimaan mahasiswa baru pengganti SKALU lebih dikenal dengan SKASU atau Sekretariat Kerjasama Antar Sepuluh Universitas.

Sebanyak 10 universitas terlibat di dalamnya yaitu UI, IPB, ITB, UGM, Unair, Unpad, Undip, Unibraw, ITS Surabaya dan USU.

Dalam sistem SKALU, mahasiswa bisa memilih lebih dari 3 perguruan tinggi, dan ada 4 jenis seleksi dalam SKALU yaitu Perintis I, II, III, dan IV.

Baca Juga: 4 Hal Penting Ini Harus Diperhatikan Peserta yang Lolos SBMPTN 2019, Jangan Sampe Perjuanganmu Sia-sia!

1983-1989: Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru)

Pada Sipenmaru, pemerintah menggabungkan seleksi ujian masuk perintis. Metode yang digunakan dalam menyaring calon mahasiswa adalah melalui Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK).

Peserta ujian mempunyai lima pilihan studi dalam seleksi penerimaannya. Kelima pilihan itu tersebar dalam dua pilihan untuk jurusan IPA, dua pilihan untuk jurusan IPS/Bahasa, dan universitas terbuka.

1989-2001: Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN)

Pada tahun 1989, UMPTN menggantikan sistem Sipenmaru. Perubahan sistem ini karena beberapa perguruan tinggi nggak menggunakan PMDK.

Sistem UMPTN sepenuhnya dilaksanakan oleh masing-masing perguruan tinggi, tetapi untuk mempermudah peserta ujian, pelaksanaan ujian dikoordinasikan dalam rayon-rayon yaitu Rayon A meliputi PTN di wilayah Sumatera, Kalimantan Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Rayon B meliputi PTN di wilayah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Rayon C meliputi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya.

Baca Juga: Jalur Gelap PTN: Ada Calo Jasa Masuk PTN, Biayanya Hingga Ratusan Juta Rupiah

2001-2008: Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB)

Sistem ini dimulai pada tahun 2001, menggantikan UMPTN. SPMB diselenggarakan di kota-kota tempat PTN itu berada, serta kota-kota lain yang dianggap strategis oleh panitia.

Seperti halnya UMPTN, ujian SPMB diselenggarakan secara bersamaan dengan soal yang sama atau setara.

Peserta ujian disarankan memilih lokasi ujian yang paling dekat dengan tempat tinggalnya karena hal ini menjadi bahan pertimbangan dalam proses SPMB.

2008-2013: Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)

Istilah SPMB berganti menjadi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada tahun 2008. Pendaftarannya masih menggunakan kertas (paper based).

Pada tahun 2009, beralih ke sistem online. Setelah menggunakan sistem tersebut, pada tahun 2011 seleksi dilaksanakan melalui 2 ujian yaitu jalur undangan dan tertulis.

Untuk jalur undangan, terbuka bagi sekolah dengan kelas akreditasi. Akreditasi inilah yang menentukan jumlah calon siswa yang mengikuti SNMPTN Undangan.

Jalur ujian tulis hampir sama dengan tahun sebelumnya. Hal yang berbeda, peserta mendapat PIN untuk mengakses situs web saat melakukan pendaftaran.

Baca Juga: Cuma 23 Persen dari Total Pendaftar yang Berhasill Lulus SBMPTN 2019

2013-sekarang: Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)

SBMPTN mulai diperkenalkan pada tahun 2013. Jalurnya, melalui ujian tertulis dan ujian keterampilan.

SBMPTN berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena pendaftaran siswa yang dilakukan oleh sekolah, siswa, dan proses seleksi serta pengumuman bersifat online.

Pada tahun 2016, untuk pertama kalinya SBMPTN dikekola oleh Kementerian, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi setelah dipisahkannya pengelolaan pendidikan tinggi dari Kemdikbud ke Kemristekdikti. (*)

Source : Kompas.com

Editor : Hai

Baca Lainnya

PROMOTED CONTENT

Latest