"Saya melihat putra saya turun dan memasukkan sesuatu ke dalam toples sekitar pukul 02.00 dini hari," kata Suban.
"Saya tanya apa yang dia lakukan, tetapi dia diam saja dan balik ke kemar. Jadi saya biarkan saja dan kembali tidur," ujar Suban.
Suban menambahkan, putranya itu memang mudah marah dan sebagai orangtua dia selalu berusaha mengatasinya.
"Namun, kali ini dia sudah keterlaluan," kata Suban yang memutuskan memanggil polisi untuk meminta pertolongan.
Kepada polisi, Sak mengaku dia memang menaruh pestisida di sumur keluarga karena dia geram setelah dilarang main game online.
Baca Juga: Kocak tapi Lifehack, Bokap Dorippu Bawa Satu Koper Penuh Indomie ke Jepang
"Kami ingin petugas membawanya untuk rehabilitasi karena kami tak ingin hidup dalam ketakutan dia akan mengulangi perbuatannya," ujar Suban."Dia terlalu banyak memainkan ponselnya. Saya kira itu yang membuatnya tertekan," tambahnya. "Sekarang dia sudah dewasa sehingga semakin sulit untuk dihentikan. Sehingga kami meminta bantuan," Suban menegaskan. (*)Artikel ini telah tayang diKompas.comdengan judul "Akibat Wifi Dimatikan, Pecandu Game Online Coba Racuni Orangtuanya."