Gara-Gara Zoombombing Heboh, Amerika dan Singapura Larang Pake Zoom

Minggu, 12 April 2020 | 16:02
wartakota.co.id

aplikasi zoom meeting yang kerap digunakan untuk vidio call bareng temen-temen selama masa karantina

Baca Juga: Bisa Kerja di Rumah Aja, Profesi Data Scientist Masih Berkembang di Era Digital

Taiwan

Taiwan udah melarang semua penggunaan resmi Zoom dan menjadikannya sebagai pemerintah pertama yang memberlakukan larangan tersebut.

Menurut keterangan kabinet, instansi pemerintah harus menghindari penggunaan layanan itu karena memiliki kelemahan keamanan, dilansir dari Bloomberg. Zoom disebut mengalihkan datanya melalui server China dan menggunakan pengembang di sana.

Setiap data resmi yang disalurkan melalui China menimbulkan risiko besar bagi Taiwan. Pasalnya, kedua negara ini tengah berseteru mengenai status Taiwan.

"Berdasarkan laporan media dan temuan kami sendiri, kami telah menyimpulkan bahwa perangkat lunak Zoom memiliki kelemahan kritis dan masalah keamanan dan perlindungan data yang serius," tulis sebuah memo.

Tetapi karena layanan ini digunakan secara luas di antara mitra internasional kementerian, memo itu mengatakan saat ini nggak mungkin untuk melarang penggunaannya sepenuhnya.

Baca Juga: Penemuan Baru, Test COVID-19 Cuma Pake Suara Dikirim Lewat Telepon!

Singapura

Singapura menghentikan penggunaan Zoom untuk para pengajar setelah insiden sangat serius terjadi pada minggu pertama Lockdown disana. Insiden tersebut melibatkan gambar tak senonoh di layar dan muncul seorang pria aneh mengeluarkan kata yang nggak pantas selama streaming pelajaran geografi.

"Ini adalah insiden yang sangat serius. Kementerian Pendidikan (MOE) saat ini sedang menyelidiki kedua pelanggaran dan akan mengajukan laporan polisi jika diperlukan," kata Aaron Loh, divisi teknologi Kementerian Pendidikan, pekan lalu

"Sebagai tindakan pencegahan, guru kami akan menangguhkan penggunaan Zoom mereka sampai masalah keamanan ini diselesaikan," sambungnya.

Aaron Loh juga mengatakan bahwa kementerian akan memberi saran lebih lanjut kepada para guru tentang protokol keamanan.

Halaman Selanjutnya

Nah selanjutnya, gimana untuk Indonesia sendiri ya…
Tag

Baca Lainnya