"Dengan demikian baterai dapat dipulihkan hingga 95 persen dari kapasitas aslinya," jelasnya.
Dia berkata, menambahkan elektroda ketiga untuk menguras ion lithium residual adalah gagasan yang tidak dipikirkan ilmuwan lain. Dia sendiri telah membuat baterai prototipe dengan elektroda ketiga untuk smartphone pada Juni 2017.
Baca juga:Peninggalan VOC Ditemukan di Sekitar Candi Borobudur
"Mungkin produsen baterai tidak akan menyukai saya, tapi pengguna akhir seperti pelanggan, saya yakin mereka akan menyukainya," ujar Yazami.
Artikel ini sudah pernah tayang pada Kompas.com. Bacaartikel sumber.
(Gloria Setyvani Putri/Kompas.com)