Follow Us

Selamat Hari Pendidikan Nasional! Pernah Penasaran Nggak Sih, Kenapa Kita Harus Sekolah?

Rizki Ramadan - Rabu, 02 Mei 2018 | 02:15
Dok. HAI
Rizki Ramadan

Dok. HAI

HAI-ONLINE.COM - Pernah bertanya nggak sih, sebenarnya kita tuh sekolah untuk apa? Beneran untuk belajar, atau sekedar untuk ngikutin apa yang diperintahkan orang tua saja, biar kita nggak main sembarangan? Kita kenali yuk, asal-usul istilah sekolah. HAI menemukan penjelasan ini di buku Sekolah itu Candu bikinan Roem Topatimasang

Sekolah itu berakar dari bahasa latin, yaitu skhole, scola, scolae, atau schola. Di zaman Yunani Kuno, secara harfiah, kata itu berarti waktu luang. Orang-orang pada masa itu kerap menghabiskan waktu luangnya untuk berkunjung ke suatu tempat atau ke seorang pandai untuk memelajari hal tertentu. Istilah skhole itu pun kemudian berarti “waktu luang yang digunakan khusus untuk belajar.”

Karena terlalu kerap dilakukan, akhirnya masyarakat dulu itu membuat ber-skhole jadi sebuah kebiasaan. Awalnya, cuma lelaki dewasa saja yang melakukannya. Tapi kemudian, anak-anak yang lebih banyak punya waktu luang dari pada orang dewasa diajak untuk rutin belajar. Anak-anak diserahan ke orang-orang pandai di suatu tempat. Ya, selain untuk belajar, ber-skhole adalah cara orang dewasa menitipkan anaknya agar mereka bisa bekerja.

Dari sekedar scola, kegiatan di waktu luang para anak itu kemudian menciptakan schola matterna (pengasuhan ibu hingga usia tertentu) lalu berkembang lagi menjadi scola in loco parentis (lembagaga pengasuhan anak pada waktu senggang di luar rumah, sebagai pengganti orangtua). Pantas saja, sekolah tempat kita bernaung itu disebut almamater. Dalam bahasa latin, alma itu berarti pengasuhan, dan mater itu adalah ibu. Sekolah adalah perpanjangan dari ibu (orangtua), yang memberikan ilmu pengetahuan.

Selanjutnya, ya ketebak. Makin banyak orangtua yang ingin menitipkan anaknya. Dan para pengasuh pun perlu membuat sistem, perlu mengajak orang-orang yang bersedian menjadi pengasuh fulltime dengan sejumlah upah tertentu.

Lalu pengasuhan dan pembelajaran para anak itu kian terlembagakan. Anak-anak yang dititipkan dikelompokkan secara berjenjang (kemudian muncullah kelas), dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan pun dirancang serta diurutkan (kemudian lahirlah mata pelajaran) yang mesti dilalui anak-anak itu untuk naik tingkat.

Lahirlah sekolah.

Awalnya hanya kegiatan pengisi waktu luang, sekolah lalu jadi sistem kelembagaan pendidikan yang sering dianggap sebagai perwujudan dari pendidikan itu sendiri.

Editor : Hai

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest