Follow Us

Band Radja Diancam akan Dibunuh Oknum Malaysia, Ian Kasela Jelaskan Kronologinya

Al Sobry - Selasa, 14 Maret 2023 | 08:48
Radja Ramaikan Cravier 2022, Ian Kasela ajak anaknya nyanyi bareng.
TANYA AUDRIATIKA/HAI

Radja Ramaikan Cravier 2022, Ian Kasela ajak anaknya nyanyi bareng.

HAI-Online.com - Band Radja dikabarkan mendapat ancaman menakutkan bahwa mereka akan dibunuh usai menyelesaikan konsernya di Larkin Arena Indoor Stadium, Johor Bahru, Malaysia, Sabtu (11/3/2023) lalu.

Insiden ini terjadi akibat kesalahpahaman antara pihak penyelenggara dan band perihal minta foto bareng pejabat.

Menurut sang vokalis Ian Kasela, peristiwa ancaman pembunuhan itu terjadi pada Pukul 23.15 waktu setempat.

“Ini kali pertama kami datang ke Johor dan kami sangat menghargainya. Usai konser, kami disuruh menunggu karena ada perwakilan dari kedutaan yang ingin berfoto dengan Radja," ujar Ian dikutip dari Kompas.com, Senin (13/3/2023).

Baca Juga: Deep Purple Pernah Berurusan Sama Polisi Pas Rekam Smoke on the Water

Ian dan teman-teman awalnya setuju untuk berfoto bersama orang-orang penting di Malaysia itu seperti dikatakan panitia.

"Kami juga diberitahu bahwa seorang menteri juga ingin mengambil foto dan kami sangat senang karena kami memahami bahwa ini adalah kerja sama dengan pemerintah. Begitu pula di Indonesia, kami menghargai hal ini,” ucap Ian Kasela lagi.

Namun, setelah ditunggu, kata dia, tidak ada satu pun dari mereka yang datang.

"Para penggemar yang berfoto bersama kami pun sudah selesai dan secara bertahap mereka mulai meninggalkan lokasi untuk pulang," kata Ian Kasela.

Dia bercerita, dirinya bersama personel Radja lainnya tiba-tiba didatangi oleh 15 orang pengawal dengan dua orang laki-laki mewakili panitia konser yang marah-marah sambil menuding mereka.

“Kami tidak tahu apa-apa dan mencoba mengerti. Awalnya kami pikir itu 'prank' (kejutan) karena konser ini sukses. Kami masih senang saat itu. Itu karena tidak ada satu insiden pun terjadi selama konser atau fans kecewa dengan penampilan kami," ungkap Ian Kasela.

"Mereka bertindak agresif, menendang meja, mulai mendorong kami dan melontarkan kata-kata kasar serta mengancam akan membunuh kami. Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena kami tahu mereka banyak," katanya.

Editor : Hai

Baca Lainnya

PROMOTED CONTENT

Latest

Popular

Hot Topic

Tag Popular