Follow Us

Mahasiswi Juara Writing Competition Beswan Djarum Ingin Mengurangi Limbah Plastik dan Limbah Medis

Alvin Bahar - Senin, 08 November 2021 | 18:09
Juara I Kategori Eksakta - Nicole Jovanka Kristalisia
Dok. Beswan Djarum

Juara I Kategori Eksakta - Nicole Jovanka Kristalisia

HAI-ONLINE.COM - Di era globalisasi dan industri 4.0 saat ini, mahasiswa kayaknya nggak cukup berbekal kecerdasan akademik semata. Betul nggak?

Kalo bisa, kita menghadirkan solusi atas masalah yang ada. Untuk itu, perlu dibentuk sikap kritis dan kemampuan menuangkan gagasan yang inovatif, hingga kelak dapat berperan dalam perubahan bangsa ke arah yang lebih baik.

Hal ini jadi salah satu landasan ajang Writing Competition Beswan Djarum 2020/2021 yang diselenggarakan oleh Bakti Pendidikan Djarum Foundation. Tahun ini, babak final nasional diikuti sebanyak 16 Beswan Djarum, sebutan bagi mahasiswa penerima program Djarum Beasiswa Plus.

Mereka terpilih dari total peserta 220 Beswan Djarum yang berkompetisi sejak tahap regional di empat wilayah yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation Lounardus Saptopranolo mengatakan ajang writing competition merupakan salah satu sarana keterampilan lunak atau soft-skill yang didapatkan Beswan Djarum dari seluruh rangkaian program Djarum Beasiswa Plus. Lewat program ini para peserta diajak untuk berpikir kritis, menuangkan gagasan dan ide kreatif secara tertulis, kemudian mempresentasikannya di depan para pakar.

“Setelah menerima soft-skills Leadership Development, Beswan Djarum dirangsang untuk memiliki kepekaan dan berpikir kritis terhadap permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Mereka ditantang untuk memberikan kontribusi positif sebagai solusi. Menuangkan gagasannya dalam bentuk karya tulis yang merepresentasikan kualitas berpikir kreatif dan inovatif, untuk kemudian diuji melalui sebuah ajang kompetisi, yakni Writing Competition,” ujar Lounardus Saptopranolo dalam keterangan pers, pada Minggu (7/11).

Dari 16 mahasiswa yang beradu gagasan selama dua hari pada 4 – 5 November 2021, akhirnya terpilih para pemenang dari dua kategori yang dikompetisikan yaitu kategori eksata dan non-eksata. Juara I dari kategori eksakta adalah Nicole Jovanka Kristalisia, yang merupakan mahasiswi jurusan Teknik Kimia dari Universitas Sriwijaya. Nicole berhasil jadi pemenang dengan esainya yang berjudul INOVASI KATALIS BIODIESEL BERBASIS SILIKA HASIL INCINERATION BOTTOM ASH LIMBAH MEDIS.

Baca Juga: Ramai Soal Magang Nggak Dibayar, Gimana Sih Sebenarnya Aturan Internship?

Nicole membagikan pengalamannya saat menyusun karya tulis hingga akhirnya terpilih jadi yang terbaik di kategori Eksata. Menurutnya, pemilihan topik karya tulisnya berangkat dari kesadaran dan kepedulian tentang kondisi lingkungan sekitar, khususnya perubahan iklim di bumi. Dengan Biodesel, Nicole ingin membantu mengurangi limbah plastik dan limbah medis serta biomassa lainnya.

Ia ingin memanfaatkannya sebagai bahan utama sumber energi alternatif ramah lingkungan yakni Biodiesel.

“Seperti peribahasa, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Saya ingin mengubah fungsi Biodiesel sekaligus mengurangi limbah di bumi ini. Biodiesel merupakan salah satu alternatif energi terbaru dan sangat ramah lingkungan. Biodesel juga dapat memproduksi sumber energi dalam jumlah yang cukup masif,” ungkap Nicole.

Sementara di kategori Non-Eksata, Juara I berhasil diraih oleh Cindy Aurellie Hutomo, yang merupakan mahasiswi jurusan Komunikasi & Pengembangan Masyarakat dari Institut Pertanian Bogor. Cindy berhasil jadi pemenang dengan esainya yang berjudul GROWBY: APLIKASI CERDAS PEMENUHAN GIZI BALITA DALAM MERESPON KRISIS EKONOMI AKIBAT PANDEMI COVID-19.

Editor : Hai

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest