Follow Us

Jazz Gunung 2020 Bakal Dihelat di Masa Pandemi, Hadirkan Konser Hibrida Virtual dan Outdoor

Bagas Rahadian - Selasa, 08 Desember 2020 | 19:24
Festival Jazz Gunung Bromo tahun 2019
Tribunnews.com

Festival Jazz Gunung Bromo tahun 2019

HAI-Online.com - Jazz Gunung menjadi salah satu festival musik yang dinanti publik Indonesia tiap tahunnya.

Namun, akibat pandemi covid-19 yang kini melanda dunia, konser ini juga diragukan bakal digelar di tahun 2020 seperti gelaran musik lainnya.

Tapi, kenyataannya ternyata nggak demikian. Sebab, festival unik yang mengambil lokasi berlangsung di area pegununang Indonesia kabarnya masih akan tetap digelar, bahkan secara non-virtual.

Dalam siaran pers yang diterima HAI, Selasa (8/12), penyelenggara Jazz Gunung Indonesia akan mengenalkan konsep baru dalam menyelenggarakan konser, yang dinamakan Hybrid Concert.

Lokasi berlangsungnya pun dibagi di dua lokasi, di mana Jazz Gunung Ijen dihadirkan secara langsung, dan Jazz Gunung Bromo yang hadir dalam format virtual.

Adapun rangkaian Jazz Gunung Hybrid Concert 2020 menerapkan undangan terbatas, apabila Anda ingin datang untuk menyaksikan secara langsung untuk Jazz Gunung Ijen di Amfiteater Taman Gandrung Terakota, Jiwa Jawa Resort Ijen, Banyuwangi silakan hubungi info@jazzgunung.com.

Panitia akan menerapkan sistem waiting list sesuai kapasitas Jazz Gunung Ijen yang telah ditentukan, yaitu kurang dari 300 kursi dengan menampilkan musisi Bintang Indrianto feat. Sruti Respati dan Sri Hanuraga Trio feat. Dira Sugandi.

Sementara itu untuk Jazz Gunung Bromo dapat disaksikan secara virtual di YouTube Jazz Gunung Indonesia pada pukul 20.00 WIB dengan sajian dari Ring of Fire Project feat Tashoora, Tohpati, Ricad Hutapea dan dokumentasi Jazz Gunung Ijen 2020.

Panitia berhak untuk tidak memperbolehkan siapapun untuk masuk ke dalam venue apabila tidak memenuhi salah satu dari syarat-syarat tersebut.

Baca Juga: Video Bintang Emon Ngelawak Sambil Kritik Covidiot Jadi Tweet Terpopuler Indonesia 2020

“Kami melihat pandemi ini masih akan Panjang dan kita harus bisa berkompromi dengan kondisi saat ini. Dengan menyelenggarakan Jazz Gunung dengan protokol yang sangat ketat dan disiplin, kami ingin menjadikan Jazz Gunung sebagai percontohan untuk event yang berpengunjung. Kami menilai melakukan screening dengan tes antigen bisa menjadi salah satu solusi penyelenggaraan konser berpengunjung yang aman,” kata penggagas Jazz Gunung Indonesia dan juga Ketua Umum Gerakan Pakai Masker (GPM), Sigit Pramono.

Ia juga berharap nantinya harga tes antigen ini secara global akan semakin murah agar penyelenggara/promotor/EO ini bisa menganggarkannya.

Selain itu juga bisa saja biayanya dibebankan kepada pengunjung dengan harga tiket. “Untuk Jazz Gunung kali ini, biaya swab antigen akan kami tanggung,” lanjutnya. (*)

Editor : Hai

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest