Follow Us

Tanggapan Kemendikbud Soal Pelajar Bunuh Diri Akibat Stress PJJ, Larang Guru Kasih Tugas Berlebih

Annisa Putri Salsabila - Senin, 19 Oktober 2020 | 14:49
ilustrasi bunuh diri
shutterstock

ilustrasi bunuh diri

HAI-Online.com - Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Jumeri mengaku prihatin terhadap kasus bunuh diri pelajar SMA di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, akibat diduga stres menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Jumeri mengatakan di luar masa pandemi Covid-19, kejadian seperti ini juga pernah terjadi.

Baca Juga: Kocak! Sapi Rebahan dalam Kamar Pemiliknya Ini Lagi Viral, Gini Ceritanya

"Sangat memprihatinkan dan menyayangkan hal ini terjadi. Ekses sebuah perubahan selalu ada, di masa normal sebenarnya kejadian sejenis juga ada. Indonesia negeri luas dengan banyak disparitas," ujar Jumeri saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2020).

Kemendikbud, menurut Jumeri, telah memberikan bimbingan kepada guru untuk nggak ngasih tugas berat kepada siswa selama PJJ.

Dirinya meminta para guru agar dapat memahami kondisi psikologis siswa yang menjalani pembelajaran daring.

"Kita sudah bimbing guru untuk tidak bebani siswa dengan tugas berat, bisa memahami kondisi psikologis siswa," ucap Jumerim

Meski begitu, Jumeri mengakui pelaksanaan kebijakan PJJ nggak selalu berjalan sesuai rencana.

Jumeri mengatakan selama ini Kemendikbud terus melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan daerah untuk memastikan PJJ berjalan sesuai koridor.

"Implementasi kebijakan kita di lapangan memang sering tidak semulus yang kita bayangkan. Kami sudah sering berkordinasi dengan daerah untuk memastikan pelayanan berjalan baik," pungkas Jumeri.

Baca Juga: Hati-Hati Sob! Beredar Kronologis Cerita Pelanggan yang Datanya Dicuri dari Penjualan Online

Editor : Hai

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest