Follow Us

Viral, Cewek Diteror Usai Uninstall Aplikasi 'Zepeto'. Begini Fakta Sebenarnya

Bayu Galih Permana - Sabtu, 15 Desember 2018 | 16:30
Zepeto
PiunikaWeb

Zepeto

HAI-Online.com - Beberapa waktu lalu, beredar sebuah kabar bahwa salah satu aplikasi media sosial asal Korea Selatan, Zepeto melakukan tracking dan juga memonitor aktivitas para penggunanya.

Dilansir dari InqPOP!, semua bermula saat seorang pengguna Facebook bernama Taylor Diamond RE menceritakan pengalaman menyeramkan yang terjadi kepadanya beberapa saat setelah doi meng-uninstall aplikasi Zepeto dari smartphone-nya.

Dalam sebuah postingan yang cukup panjang, Taylor menyebutkan bahwa setelah meng-uninstall Zepeto serangkaian peristiwa menakutkan telah terjadi kepadanya.

Dia mengaku ada sebuah nomer nggak dikenal yang tiba-tiba menelepon nomornya dan menanyakan mengapa Taylor memutuskan untuk menghapus Zepeto dari smartphone miliknya.

Baca Juga : Untuk Pertama Kalinya Pesepakbola Dunia Nyata Muncul di Game 'Captain Tsubasa: Dream Team'

Belum berhenti sampai di situ, Taylor menambahkan bahwa dia juga menerima beberapa pesan teks dari nomor nggak dikenal tersebut dengan menyebut nama sama seperti yang dia gunakan sebagai code name di Zepeto.

Merasa takut, Taylor pun langsung memblokir nomor tersebut, tapi apa yang terjadi? Doi malah menerima telepon dengan orang bersuara serak dari nomor lain yang nggak cuma mengetahui nama aslinya melainkan juga lokasi tempat Taylor tinggal.

Untuk menghentikan semua kegilaan yang terjadi, Taylor pun memutuskan untuk meng-install ulang aplikasi tersebut dan mengubah semua informasi profilnya di Zepeto agar nggak mendapatkan teror.

Pertanyaannya sekarang, apakah Zepeto benar-benar melakukan tracking dan juga memonitor aktivitas dari penggunanya? Jawabannya nggak sob!

Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata apa yang diceritakan oleh Taylor hanyalah bualan belaka dan cewek tersebut sekedar membuat cerita itu sebagai lelucon di dalam group chat-nya.

Selain itu, ketika meng-install Zepeto kita hanya akan dimintai akses ke kamera smartphone untuk mengambil gambar dan permintaan notifikasi kepada penggunanya, sama seperti aplikasi pada umumnya.

Nah dari sini kita bisa belajar sob untuk lebih berhati-hati lagi dalam menerima informasi dan nggak mudah termakan hoax sebelum mengetahui kebenarannya. (*)

Source : inquirer.net

Editor : Hai

Baca Lainnya

PROMOTED CONTENT

Latest