Di Belgia, ia mencetak rekor yang luar biasa, dengan meraih 34 gol dari 67 pertandingan.
Namun, ketika ia kembali ke Manchester United, ia gagal bersinar di sana.
3. Park Chu-Young

Lalu, ia ke Monaco pada tahun 2008, namun hanya dapat mencetak 5 gol dari 35 pertandingan.
Saat AS Monaco terdegradasi pada 2011, ia akhirnya pindah ke Arsenal.
Ini adalah akhir dari kancah Park di Eropa, ia hanya mendapatkan jumlah bermain yang sangat sedikit di Arsenal.
Akhirnya, ia pindah ke klub Arab Saudi, Al-Shabab.
4. Ryo Miyaichi

Ryo masih anak yang baru lulus SMA ketika Arsene Wenger memanggilnya untuk bermain bersama Arsenal.
Namun, sama seperti Park Chu-Young, Ryo hanya mendapatkan jam terbang yang sedikit di Arsenal, apalagi ia sering dilanda cidera.