Follow Us

Hai

/

Art

Inilah Alasan Orang Zaman Dulu Nggak Pernah Senyum Saat Foto

Rizki Ramadan - Kamis, 03 Mei 2018 | 12:15
Anton Chekhov (berdiri, kedua dari kiri), yang kemudian menjadi seorang ahli fisika sekaligus penulis literatur drama dan cerita pendek yang tersohor dari Rusia, berfoto bersama keluarga pada 1874. (Chekhov Museum/Wikimedia Commons.)
Rizki Ramadan

Anton Chekhov (berdiri, kedua dari kiri), yang kemudian menjadi seorang ahli fisika sekaligus penulis literatur drama dan cerita pendek yang tersohor dari Rusia, berfoto bersama keluarga pada 1874. (Chekhov Museum/Wikimedia Commons.)

HAI-online.com - Sekarang, siapa sih yang mau difoto dengan ekspresi yang dingin? Tiap kali ada kamera yang siap menjepret, pasti langsung nyegir. Nggak sedikit pula yang udah nyari tau sebelumnya, angle senyum terbaiknya. Ngaku deh.

Tapi tahukah kamu bahwa pada masa-masa awal fotografi ditemukan dulu, orang-orang tuh malah nggak pada senyum. Malahan, ekspresinya datar mendekati cemberut.

Dilansir National Geographic, ternyata ini karena pada era Victoria dulu, yaitu pada tahun 1837 hingga 1901, standar etika dan kecantikan beda banget sama hari ini. Di masa itu, ekspresi mulut menguncup rapat adalah hal yang paling dianggap pantas.

BACA JUGA: 7 Tips Agar Senyum Terlihat Natural Saat Difoto

Mereka yang tersenyum saat foto hanyalah anak-anak, orang kurang mampu yang tak berpendidikan, dan para pemabuk.

Tapi, bukan itu aja alasannya. Melainkan juga karena di awal terciptanya kamera, kamera tuh butuh waktu yang lama untuk menangkap gambar.

Kamera paling hits saat itu, Daguerreotype, butuh waktu lebih dari semenit untuk menangkap gambar. Di versi keduanya pun, hanya bisa menyingkat hingga 60-90 detik. Bayangin aja lo nyengir semenit. Keburu kering, tuh!

Udah gitu, dulu, untuk bisa bikin foto butuh uang yang banyak. Para bangsawan pun hanya berfoto setahun sekali.

Alasan lainnya adalah karena saat itu perawatan gigi masih belum canggih. Masyarakat banyak yang giginya nggak lengkap. Soalnya, tiap kali sakit gigi, pilihannya cuma satu, yaitu dicabut. Jadi, foto dengan menutup mulut adalah pilihan yang terbaik.

Namun semua itu berubah ketika Kodak di tahun 1990 meluncurkan kamera yang lebih mudah dipakai dan cepat memproses gambar. Kamera bukan hanya dimiliki oleh para profesional saja. Tiap orang bisa punya.

Dari situ, orang bisa lebih bebas mengeksplor gaya dan pose baru dalam berfoto. Nggak malu-malu lagi deh untuk senyum.

Editor : Hai

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest