Follow Us

Nadiem Makarim Dapet Curhatan Dari Murid yang Rela Utang Paket Internet Buat Belajar di Rumah

Annisa Putri Salsabila - Rabu, 27 Mei 2020 | 17:07
Live streaming bareng Menteri Pendidikan Nadiem Makarim di Youtube bareng guru dan juga perwakilan siswa, Selasa 26 Mei 2020
youtube.com

Live streaming bareng Menteri Pendidikan Nadiem Makarim di Youtube bareng guru dan juga perwakilan siswa, Selasa 26 Mei 2020

Hai-Online.com- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) udah ngumumin pemenang lomba menulis surat yang ditujukan ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Dalam suratnya, para guru dan murid ungkapin kesaksian mereka selama belajar dari rumah.Nadiem pun bacain dua surat dari guru, yaitu Guru SMP Islam Baitul Indah Kabupaten Nganjuk, Santi Kusuma Dewi dan Guru SDK Kaenbaun Kabupaten Timor Tengah Utara Maria Yosephina Moruk.

Baca Juga: Siswa Baru Ikutin Protokol COVID-19, Jadwal PPDB Online Siap Dimulai Juni 2020

Nadiem bacain surat tersebut dengan dialog secara virtual bareng para pemenang lomba tersebut.

Nadiem kemudian mengatakan pandemi COVID-19 semakin memperlihatkan adanya kesenjangan sosial ekonomi dan digital di Indonesia.

Menurutnya, hal ini harus diselesaikan dengan kolaborasi antara semua pihak baik pemerintah, swasta, dan masyarakat."Memang adanya krisis COVID-19 ini kesenjangan antara daerah dan kota-kota dan kesenjangan sosio ekonomi malah lebih terpisah lagi, kesenjangan itu menjadi besar dengan adanya digital gap seperti ini dan itu merupakan satu hal yang tidak hanya Kemendikbud tapi seluruh pemerintah dan masyarakat dan pihak swasta pun harus mampu menutup kesenjangan ini dengan cara proaktif," ujar Nadiem.

"Kita harus bahu membahu untuk menyadari bahwa tidak semua daerah sama. Begitu banyak keberagaman dan kearifan lokal begitu banyak perbedaan budaya dan perbedaan sosio ekonomi. Tidak ada bisa satu sistem yang sama. Kita harus mencintai keberagaman dalam pencapaian standar dan kurikulum," sambugnyaSementara itu, murid pemenang lomba bernama Alfiatus juga mengatakan dirinya sempat kesulitan ngelakuin PJJ karena nggak punya smartphone. Dia mengatakan kalo akhirnya dapetin pinjaman dari kakak sepupunya. Selain itu, ibunda Alfiatus pun harus rela utang demi bisa beli paket internet untuk kelancaran proses PJJ secara online."Saya sangat terhambat belajarnya karena harus cari HP android dan ibu saya harus cari hutangan untuk beli paket internetnya," kata Alfiatus.Menanggapi hal itu, Nadiem pun jelasin kalo Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) udah bisa digunain untuk beli kuota internet untuk guru dan murid.

Dia juga minta Alfiatus supaya ingatkan guru-guru dan kepala sekolahnya terkait hal itu.

Baca Juga: Pendapat Psikolog Soal Belajar Dari Rumah: Woles Boleh, Males Jangan"Tolong ingetin gurunya sama kepala sekolahnya, sekarang dana bos sudah bisa dipakai untuk kuota internet buat murid sama guru ya," kata Nadiem.Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ngadain lomba menulis surat yang ditujukan ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. "Kegiatan ini bukan sekedar lomba, tapi juga sebagai wujud penerapan penguatan pendidikan karakter terutama bagi para guru, dan siswa selama masa pandemi Covid-19," jelas Kepala Pusat Penguatan Pendidikan Karakter (Kepala Puspeka) Kemendikbud, Hendarman dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5).

Editor : Hai

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest