Follow Us

Kasih Tahu si Dia, Begini Cara Merawat Baju Muslim Biar Tetap Bagus Dipakai Saat Lebaran

Dok Grid - Senin, 25 Maret 2024 | 10:18
Merawat pakaian muslim

Merawat pakaian muslim

Karena Tuhan dan banyak dari kita yang suka sama kerapihan dan keindahan, kenapa nggak menyampaikan cara terbaik merawat pakaian biar saat lebaran nanti semuanya mengenakan baju terbaik mereka.

Nah, pakaian tertutup atau hijab kini sudah menjadi pilihan gaya berpakaian sebagian besar muslimah di Indonesia. Kalo ada perempuan yang kamu kenal dekat, maka kasoh tahu si dia bahwa pengertian hijab tidak sebatas kerudung yang menutup rambut, namun pakaian tertutup secara keseluruhan.

Kalo dari sisi fashion, baju muslim akan sangat menunjang penampilan, namun bisa juga menjatuhkan penampilan. Baju muslim, baik itu dalam bentuk gamis, abaya, bahkan hijab yang kusut, kusam, bau tidak sedap dan apek tentu mengurangi kesempurnaan penampilan serta citra diri pemakainya.

Agar pengguna busana muslim tampil sempurna di setiap kesempatan dengan model baju muslim dan hijab apa saja, maka penting untuk memperhatikan beberapa hal. Dimulai dari pemilihan kain atau bahan, memadupadankan warna dan corak, hingga perawatan hijab dan pakaian agar senantiasa wangi, lembut, dan warna tidak kusam atau pudar.

Desainer produk tekstil dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Nurul Akriliyati menjelaskan, ada banyak pilihan bahan atau kain untuk baju muslim. Bahan sifon sekarang menjadi pilihan yang cukup lazim digunakan hijaber.

Kain sifon dibuat dari benang tipis, ditenun polos tanpa motif pada tenunannya, dan ditenun renggang. Tenunan seperti ini membuat kain menjadi tipis, ringan, tembus cahaya, halus dan lembut. Sifat kainnya ringan, lembut, dan udara mudah bertukar, sehingga pemakainya dibuat nyaman serta jatuhannya pun bagus.

Awalnya kain sifon hanya dibuat menggunakan benang sutra. Tetapi sekarang kain sifon mulai diproduksi dengan berbagai jenis serat, antara lain, kapas atau katun, rayon, nilon, poliester, atau campuran untuk mendapatkan karakter kain yang lebih baik.

Ada juga bahan satin, sebagai pilihan lainnya untuk dijadikan pakaian muslim. Berbeda dengan kain sifon, kain satin ditenun dengan cara tertentu yaitu tenun satin, menghasilkan bagian luar kain terlihat berkilau, sementara bagian dalamnya tidak.

Kain satin juga memiliki karakter kain yang halus dan lembut, dan jatuhan yang indah, sehingga sering dipakai untuk keperluan baju muslim dan kerudung untuk pesta.

Kain satin merupakan salah satu kain mahal pada jaman kerajaan dahulu kala, karena terbuat dari serat sutra, dan dipakai sebagai baju dalam bagi bangsawan. Namun di jaman modern saat ini, kain satin sudah banyak ditemukan di pasar dan diproduksi dari beraneka serat, seperti sutra, poliester, dan nilon.

Pakaian muslim yang dibuat menggunakan kain sifon atau kain satin biasanya dipakai pada acara formal, karena mudah dikreasikan berbagai gaya, baik yang polos maupun yang memiliki motif.

“Jika memilih baju muslim beserta hijab dari kain jenis sifon maupun satin, maka yang harus diperhatikan adalah dari serat apa dia terbuat? Jika dari serat alam seperti katun, rayon, dan sutra, maka hijab akan nyaman digunakan, karena menyerap air atau keringat.

Editor : Hai

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest