Follow Us

Puluhan Pelajar Solo Jalani Pengobatan di Rumah Sakit Jiwa karena Kecanduan Game Online

Bayu Galih Permana - Sabtu, 19 Oktober 2019 | 18:13
Ilustrasi bermain game online.
PIXABAY/CHANZJ

Ilustrasi bermain game online.

HAI-Online.com - Nggak cuma menangani orang-orang dengan gangguan kejiwaan, Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr Arif Zainudin Kota Surakarta ternyata selama ini juga menangani pasien yang kecanduan bermain game online.

Seperti yang dilansir HAI dari Kompas.com, penanganan terhadap pasien kecanduan game online yang pada umumnya berasal dari kalangan pelajar tersebut diketahui telah berlangsung sejak tiga tahun terakhir.

Bahkan, Kepala Instalasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja RSJD Dr Arif Zainudin Kota Surakarta, Aliyah Himawati mengatakan bahwa akhir-akhir ini terjadi peningkatan pasien yang dirawat karena kecanduan game online.

Akhir-akhir ini ada peningkatan (pasien anak kecanduan game online). Meskipun kadang datang tidak ada keluhan dengan kecanduan game, tidak. Ada yang tidak mau sekolah, tidak mau makan. Pada akhirnya disebabkan karena game itu," ungkap Aliyah.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Johnny Depp Bangkit dari Titik Terendah dalam Hidup

Pada tahun ajaran baru kemarin saja, Aliyah menjelaskan ada sekitar 35 anak dengan keluhan kecanduan game online ekstrem di RSJD Dr Arif Zainudin Kota Surakarta, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga SMA.

"Yang rawat inap kemarin ada dua anak. Kelas 3 SMP dan satunya kelas I SMA. Tapi, sekarang sudah tidak ada. Mereka baru pulang Minggu kemarin," terangnya menambahkan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihak rumah sakit pun menerapkan cara yang berbeda pada masing-masing pasien, di mana penanganannya sendiri disesuaikan dengan gejala yang muncul pada diri mereka.

Menurut Aliyah, ciri-ciri orang kecanduan dengan gadget bisa bermacam-macam, mullai dari memegan ponsel tiap hari, nggak mengerjakan tugas, senang membolos, nggak mau belajar, hingga mudah emosi.

"Ada beberapa langkah yang kita lakukan untuk mengatasi gangguan emosi. Salah satunya dengan obat, dengan farmakoterapi. Kita harus menekankan anak itu mengakui kalau dirinya itu kecanduan game online. Itu sebuah proses sehingga kita bisa masuk ke terapinya," tutup Aliyah

Kalau kalian sendiri gimana sob? Pernah nggak sih kecanduan bermain game online sampai harus melakukan perawatan di rumah sakit untuk menghilangkan kebiasaan tersebut? (*)

Source : Kompas.com

Editor : Hai

Baca Lainnya

PROMOTED CONTENT

Latest

Popular

Hot Topic

Tag Popular