Follow Us

Hai

/

Art

HKWalls dan Hongkong Art Bassel Bisa Jadi "Naik Hajinya" Anak Seni

HAI Internship - Rabu, 26 Juni 2019 | 07:50
Para narasumber (dari kiri ke kanan) Penyelenggara Super Art Fest - Aloysius Tiyok, Eunice Nuh Tantero, Tutu, Mohammad Taufiq, Sanchia Hamidjaya, dan Hardthirteen.

Para narasumber (dari kiri ke kanan) Penyelenggara Super Art Fest - Aloysius Tiyok, Eunice Nuh Tantero, Tutu, Mohammad Taufiq, Sanchia Hamidjaya, dan Hardthirteen.

HAI-ONLINE.COM – Nggak salah sih kalo ada yang bilang media sosial itu jadi penolong di hidup kita.

Karena dalam dunia seni pun perkembangannya saat ini tertolong banget dengan keberadaan media sosial di semua kalangan, terlebih kaum millenial.

Perkembangan yang terjadi dalam seni seperti menghapus dinding antara generasi dan genre yang hidup dalam dunia seni.

Baca Juga: Super Art Fest Sebagai Jawaban Bagi Kaum Millenials Dalam Berseni

Kehadiran Super Art Fest yang mengumpulkan 4 genre seni dengan bidang yang sangat visual, menghadirkan kesempatan yang sangat luas bagi para pelaku seni untuk dapat memperluas pengetahuan serta pengalaman kalian dalam seni.

Karena kompetisi ini nggak tanggung-tanggung, dalam mencari dua belas orang pemenang dari masing-masing kategori yang diperlombakan, Super Art Fest menghadirkan hadiah dengan total ratusan juta rupiah.

Nggak kalah menarik lagi, selain bakal dapatin uang tunai untuk empat pemenang juara pertama dari masing-masing kategori yang ada, mereka juga bakal dapat kesempatan untuk menghadiri HKWalls dan Hongkong Art Bassel di Hongkong tahun 2020 nanti dengan transport, akomodasi dan uang saku ditanggung oleh panitia.

Baca Juga: Menangkap Suasana Hangat Salju dari Pemenang Foto Kontes Perjalanan National Geographic 2019

Sebagai seorang seniman Indonesia yang pernah berkontribusi dalam HKWalls, Tutu selaku juri Super Art Fest kategori street art pun menceritakan, bagaimana HKWalls dan Hongkong Art Bassel menjadi dua acara yang berdampingan, bisa menjadi sebuah acara yang menarik minat orang-orang untuk dapat berkonsentrasi ke arah seni.

“Waktu itu saya diminta untuk muraling di sana, dan banyak bertemu seniman-seniman keren. Bisa dibilang ke sana itu adalah hajinya anak seni” ujar Tutu. (*)

Penulis: Nada Aprillia

Editor : Hai





PROMOTED CONTENT

Latest