Follow Us

Muncul Petisi yang Melarang Band Metal Konser di Singapura. Kenapa?

Fadli Adzani - Jumat, 08 Maret 2019 | 10:35
Ilustrasi konser metal
Mashable

Ilustrasi konser metal

HAI-ONLINE.COM - Ada kabar mengejutkan yang datang dari Singapura. Negara tetangga Indonesia ini baru aja menjadi viral diperbincangkan masyarakat pencinta metal dunia lantaran ada dua band cadas yang batal manggung di sana.

Bukan karena ada kendala teknis, band metal asal Swedia, Watain, harus membatalkan konsernya di sana karena dilarang oleh pemerintahan Singapura.

Sebuah pernyataan resmi pun dikeluarkan dari Infocomm Media Development Authority (IMDA), sebuah dewan yang berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Informasi Singapura.

Dalam pernyataan itu, Departemen Dalam Negeri Singapura pun meminta IMDA untuk membatalkan konser Watain di Singapura karena adanya permintaan dari masyarakat.

Baca Juga : DeadSquad Benar-benar Lupa Cara Mainkan Satu Lagu di Horror Vision Ini

Dalam sebuah wawancara dengan Channel News Asia, salah satu promotor konser tersebut, mengatakan kalau mereka telah rugi sekitar 25 ribu USD.

"Segalanya berjalan baik, kami mengikuti peraturan dan protokol yang ada. Kami sudah menjalankan semuanya, dan karena beberapa hal terjadi, konsernya dibatalkan," papar mereka.

Perwakilan dari Departemen Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam, mengatakan kalau banyak keresahan yang timbul akan konser metal ini.

Menurutnya, lirik-lirik dari lagu milik Watain seringkali menyerang umat beragama. Nggak hanya itu, menurut Shanmugam, lirik-lirik lagunya juga mendukung melakukan kekerasan.

Kemudian, muncul petisi yang meminta agar tidak ada lagi konser band metal di Singapura dalam situs change.org.

"Band-band metal ini nggak merepresentasikan kebudayaan yang kita inginkan untuk anak-anak muda kita. Banyak pesan buruk di dalam lagu mereka, seperti kematian dan bunuh diri. Tandatangani petisi ini agar pemerintah bisa melarang band metal manggung di Singapura," tulis pernyataan dalam petisi itu.

Editor : Hai

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest