20 Tahun Album 'Virus': Karya Pertama Slank yang Dibikin Secara Sober dan Digital

Minggu, 07 Maret 2021 | 15:49
HAI

SLANK 2001

HAI-ONLINE.COM - 20 tahun lalu, album Virus dari Slank dirilis. Sekarang sih, status album ini bisa dibilang salah satu yang wajib didengerin kalo lo Slanker. Dari lagu "Virus", "JKT Pagi Ini", hingga "#1" bertengger di tracklist.Namun, pada awalnya album ini kayak Slank dari awal lagi: Di Virus, personel Slank baru aja recovery dari narkoba.Makanya ada lagu bertajuk "Alas Roban" yang katanya sih daerah tersebut mirip sama Slank."Kalo diibaratin, perjalanan kami tuh udah kayak sebuah bus melewati Alas Roban. Berkelok-kelok dan kalo kami nggak waspada bisa kecebur jurang lagi!" terang Bimbim.Yang dimaksud Bimbim adalah proses recovery yang dialami sebagian personel Slank selama setahun sebelum Virus rilis. Bimbim, Kaka, dan Ivan emang udah bersih dari cengkeraman drugs. Dan mereka udah janji untuk nggak lagi make barang-barang laknat itu.

Baca Juga: Slank Resmi Luncurkan 'Vaksin', Aman untuk Semua OrangYang nggak banyak terungkap adalah bukan perkara gampang bagi mereka buat lepas dari hat itu. Ada perasaan frustrasi. Bahkan membohongi diri sendiri. Dan buat orang-orang yang terbiasa hidup apa adanya, itu emang jadi nggak mudah.Perjalanan melewati semua kepahitan dan godaan itulah yangakhirnya terekam secara metaforal dalam lagu Alas Roban, di album Virus."Lirik '..Selamatkan jiwa, selamatkan diri...' adalah teriakan alam sadar dan niat kami buat tetap sober," jelas Bimbim, sang pencipta lirik.Sober alias kondisi sepenuhnya sadar emang jadi isu paling besar buat Slank selama ngerjain Virus. Nggak cuma itu. Ke-sober-an tadi ibaratnya mampu memberi angin segar buat proses kreatif mereka.Bukan apa-apa. Sebelumnya anak-anak Potlot ini belum pernah bikin lagu, album atau apapun dalam kondisi kayak gitu.Kalo digambar dalam bentuk grafik, bisa dibilang fase hidup personel Slank semenjak masa recovery hingga saat ini emang cenderung datar. Nggak lagi penuh gejolak seperti dulu.

"Sebenernya agak bertentangan sama jiwa gue yang dasarnya emang nggak terlalu suka statis. Tapi gue terima hal ini sebagai satu fase dalam hidup gue. Mungkin emang ombak hidup gue tuh lagi tenang aja sekarang ini. Siapa tau bakal ngamuk lagi tahun depan?" papar Kaka, 2001 silam.Ini orang juga mengaku betul-betul menikmati masa-masa "tenang' ini. Pasalnya kondisi ini bikin ini cowok banyak mikirin dan megevaluasi dirinya sendiri.

"Emosi kami emang nggak terlalu meledak-ledak setahun belakangan ini. Mungkin juga gara-gara faktor umur. Tapi gue berasa cara pandang gue terhadap satu masalah juga udah berubah. Nggak main tabrak langsung kayak dulu lagi!" tambahnya.Ombaknya Bimbim saat itu juga lagi tenang. Saking tenangnya, cowok ceking ini sampe bingung sendiri.

Pasalnya, selama ini dia selalu menggali pain dalam dirinya buat dijadiin lirik lagunya."Gue sempet berasa kalo hidup gue tuh udah kayak dongeng. Punya istri, anak terus bisa ngedapetin segala yang gue mau. Apalagi? Nggak beres aja rasanya!" ujar Bimbim.Bimbim lantas berusaha mengalihkan fokus dan topik lirik-liriknya ke hal-hal yang terjadi di luar dirinya. Kali ini, ayah satu anak ini nggak lagi menempatkan dirinya sebagai pemain, seperti yangd ilakukannya di album Mata Hati Reformasi. Melainkan sebagai pengamat."Nggak tahu kenapa. Rasanya posisi gue selama setahun kemarin tuh sebagai pengamat yang ada di luar gelanggang. Nggak lagi seperti pemain. Beda dong rasanya jadi pemain dan jadi pengamat? Kalo jadi pemain, gue nggak akan bicara seperti dalam 'Jakarta Pagi Ini, Sikon atau Lembah Baliem, bisa jadi justru lebih emosional. Intinya, lirik yang gue buat untuk album ini lebih merupakan hasil pengamatan gue dengan kacamata gue sendiri," terang Bimbim panjang lebar.

Mellow digitalSejalan sama perkembangan psikis yang dirasain itulah, Kaka ngusulin mellow sebagai tema album Slank kali ini. Usulan yang direspons secara antusias sama personel lainnya.Virus juga jadi album Slank pertama yang menandai persentuhan band ini sama era digital recording. Hampir seluruh penggarapannya dilakukan lewat program Pro Tools."Yang ngusulin kami buat mulai menggunakan hard-disk recording pertama kali tuh mas Sonny (Soebowo - engineer-nya Slank saat itu -Red)," terang Abdee.Alat itu akhirnya disetujui buat dipake sebenernya bukan untuk mengubah arahan musik Slank, ke arah yang lebih modern. Yang pasti, tuh alat mampu mempercepat kerja Slank secara keseluruhan."Kebetulan waktu mulai take lagu pertama, alat kami jebol. Dibetulin, jebol lagi. Ya udah sekalian aja diganti!" ungkap Bimbim.Lagipula udah lama anak-anak Slank pengen bisa bikin rekaman di Potlot. Berhubung tempatnya terbatas, alat yang paling cocok ya hard-disk itu!

Baca Juga: 7 Lagu Indonesia yang Lo Baca Judulnya Aja, Langsung Keinget Reff-nya

Instagram/slankdotcom

Slank

Keberadaan alat itu, diakui Abdee, punya andil besar memacu kreativitas mereka. "Bisa dibilang, kemungkinan kami buat bikin macem-macem makin nggak terbatas!"Personel yang dikenal sebagai "Mr. Complain", lantaran paling kritis dan mengutak-atik segala macam barang, Abdee lantas disuruh mengoperasikan tuh alat. Selanjutnya, cowok gondrong ini langsung bertindak sebagai sound engineer."Sebenarnya, pake alat itu bisa bahaya juga. Saking luasnya kemungkinan yang bisa dijajaki, kalo nggak fokus betul bisa hilang arah. Makanya selama pembuatan Virus, kami saling menjaga biar eksplorasi yang kami bikin nggak kelewatan!" terang gitaris asli Donggala ini.Abdee tampaknya menikmati betul tugas dobel itu. "Saat-saat yang paling gue suka adaiah ketika gue harus kembali mendengar permainan personel yang lain, terus ngebenahin sana-sini. Rasanya puas betul kalo gue bisa mendapatkan sound yang udah kamiomongin sebelumnya," tutur Abdee sembari senyum.Biarpun album tersebut nggak seperti Slank yang dulu, seperti kata Abdee, album ini adaiah pembuktian bahwa Slank nggak lagi identik sama drugs. Tanpa barang itupun Slank sanggup membuat album yang greget dan enerjinya setara dengan era ketika mereka pertama kali terbentuk, menjulang, sebelum akhirnya sempat beberapa saat terpuruk.Dan terbukti kok, albumnya sukses. Bahkan lagu Virus pun udah kayak karya wajib yang dibawain Slank di tiap konser. Nggak selamanya Virus jadi penyakit, buat Slank justru jadi berkah. Betul?

Wawancara personel dikutip dari arsip majalah HAI tahun 2001-2002.

Editor : Alvin Bahar

Baca Lainnya