Ini Kelebihan Orang yang Main Game Online versus Gamer yang Rusak, Kenali Cirinya, Guys!

Rabu, 27 Januari 2021 | 21:03
iStockphoto

Ilustrasi gamers

HAI-Online.com- Selama pandemi dan sejak belajar menggunakan sistem jarak jauh atau online, akses remaja ke internet menjadi semakin dekat, dan bisa dibilang intens.

Nggak sedikit setelah melakukan aktivitas belajar online, di sela-sela aktivitas harian mengintip medaos yang jadi rutinitas remaja selama di rumah aja adalah bermain game online.

Ini nggak bohong, faktanya laporan Verizon (CNN Indonesia, 2020) mengungkapkan, pemain game online selama pandemi Covid-19 meningkat hingga 75 persen.

Baca Juga: Kolaborasi Brodo X ONIC eSports Rilis Sneaker Untuk Para Gamer

Tahukah kamu, penelitian di Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa 86 persen anak menjadi yang terbanyak menghabiskan waktu untuk bermain game online ini.

Selain itu, menurut laporan Warta Ekonomi, 2020, anak laki-laki lebih sering bermain game online ini setiap harinya daripada anak cewek. Setuju, dong?

Nah, dalam pandangan psikologi, terdapat ada hal positif yang didapat dari bermain game online, yaitu sebagai sarana rekreasi yang bisa memberi keuntungan seperti membuat kita jadi fokus dan perhatian pada satu bidang (atensi meningkat), punya motivasi dan resiliensi dalam menghadapi kekalahan, manajemen emosi, bahkan memberi keuntungan pengembangan perilaku proposial (Granic, Lobel, & Engels, 2014).

Bila diperhatikan dengan lebih baik lagi, maka kita akan memahami bahwa dalam bermain suatu permainan, ternyata secara menguntungkan dapat membentuk tiga aspek dalam diri pemain, yakni:

kognitif, seperti keterampilan dan pengetahuan barunya berkembang,

afektif, seperti terlibat dengan permainan yang tepat,

karakteristik perilaku, seperti tahun pengalaman. Maksudnya karakterisik terakhir ini dalam hal pengalaman dapat dijelaskan sebagai berikut.

Pemain yang telah bermain dalam jangka waktu lama menunjukkan keterampilan, pengetahuan dan strategi pada pemain yang meningkat seiring bertambahnya pengalaman bermain dan sudah akrab dengan permainan tersebut.

Peningkatan yang dialami pemain juga akan sesuai dengan hasil yang didapat individu yang melakukan kegiatan rekreasi di luar maupun dalam ruangan.

Nah, itu dia beberapa keuntungan bermain game online jika masih dalam tahap terkontrol, guys! Kamu termasuk yang berkembang, kan?

Baca Juga: Cocok Buat Gamer Kelas Sultan, Tengok PS5 Lapis Emas 24 Karat Hasil Polesan Truly Exquisite

Kenali Gamer yang Rusak!

Nah, di sisi lain, jika pemain terlalu asyik bermain, secara tidak sadar pemain akan menunjukkan gejala kecanduanbermain (Wu & Scott, 2013).

Psikolog Yee (2002) mendefinisikan kecanduan bermain game sebagai perilaku berulang yang dapat merusak diri sendiri dan sulit untuk diakhiri.

Adapun karakteristik kecanduanbermain meliputi masalah psikologis, masalah pada perilaku sosial seperti menarik diri, serta pemain tetap melanjutkan bermain meskipun ada konsekuensi negatif seperti kehilangan pekerjaan, berbohong dan kehilangan minat dalam aktivitas lain (Young, 2009).

Charlton dan Danforth (2007) mengatakan bahwa jika individu dengan kecanduanberhenti bermain, individu akan mengalami emosi yang tidak menyenangkan dan fisik yang nggak nyaman.

Ada beberapa indikasi yang menunjukkan bahwa seseorang mengalami "kerusakan" daribermain game online, yaitu:

a. aktivitas bermain menjadi aktivitas yang sangat penting baginya, sehingga pikiran remaja selalu memikirkan permainan yang dimainkannya

b. intensitas bermain semakin meningkat untuk mengubah emosi yang dialaminya

c. perasaan nggak menyenangkan sering datang dan dialami remaja, terutama saat tidak dapat bermain,

d. remaja bermain untuk melarikan diri dari kehidupan nyatanya,

Baca Juga: Terlalu Banyak Main Game Saat Lockdown, Pemuda Ini Meninggal dengan Kondisi Mengerikan

e. remaja sampai membohongi keluarga, teman dan orang terdekat lainnya demi permainan,

f. intensitas bermain over, itu membahayakan pendidikan yang ditempuh hingga relasi dengan keluarga maupun orang terdekat,

g. menghabiskan waktu bermain 8-10 jam per hari dan kurang lebih 30 jam per minggu.

Dari delapan indikasi yang diuraikan di atas, ada dua indikasi utama yang perlu digarisbawahi dan itu terlihat jelas pada individu gamer yang kecanduanbermain.

Pertama, kegiatan bermain yang menjadi sangat penting bagi kehidupannya sampai menguasai pola pikir (keasyikan bermain dan distorsi kognitif), perasaan (mengidamkan permainan) dan perilaku (kemunduran perilaku sosial).

Walaupun individu tidak sedang bermain, ia akan memikirkan pola bermainnya untuk ke depannya.

Kedua, terjadi proses peningkatan intensitas bermain untuk mendapatkan dampak perubahan emosi. Seakan-akan yang harus dikejar dalam hiduonya adalah permainan.

Apakah kamu sudah samlai di level kecamduan, semoga tetap dalam tahap kendali ya. (*)

Editor : Al Sobry

Baca Lainnya