Siap Dibuka Kembali Akhir Juli, Ini 7 Kegiatan Paling Rentan Terkena Covid-19

Rabu, 08 Juli 2020 | 10:54

Siap Dibuka Kembali Akhir Juli, Ini 7 Kegiatan Paling Rentan Terkena Covid-19

HAI-Online.com- Tahukah kamu sejumlah bioskop di Tanah Air siap dibuka kembali pada 29 Juli nanti.
Menyambut new normal ini, beberapa orang mulai abai dengan protokol kesehatan karena keliru menganggap wabah ini sudah selesai.
Padahal kebiasaan menjaga kebersihan, jaga jarak dan kesehatan seharusnya tetap dilakukan sampai vaksin covid-19 ditemukan.
Baca Juga: Kisah Tragis, Remaja Cowok di Jepang Rela Kerja Prostistusi Demi Kebutuhan Ekonomi
Untuk itu, agar membali diketahui nahwa pandemi masih berlangsung hingga sekarang, sejumlah dokter di Austin, Amerika merilis diagram kegiatan masyarakat dari yang paling berisiko terkena covid-19 sampai ke yang paling aman.
Berkegiatan di rumah, belajar dan bekerja dari layar komputer seperti membuka email adalah termasuk yang paling tidak berisiko tertular corona. Memesan makanan online juga termasuk yang paling aman.
Namun ada 7 kegiatan yang HAI rangkum dari diagram Texas Medical Association, dimana ketujuh kegiatan ini paling rentan terkena covid-19, diantaranya adalah menonton di bioskop.
Berikut urutan jenis kegiatan sehari-hari yang paling beresiko menularkan COVID-19, dari tingkat risiko 7-9 alias dari yang berbahaya sampai paling berbahaya.
7. (BAHAYA) Ke Salon atau Barbershop
Buat yang udah gatel pengen memotong rambut, atau melakukan facial dan manikur di salon atau barbershop, sebaiknya ditunda dulu karena memiliki risiko penularan corona yang besar.

Cowok Ke salon

"Tangan orang lain memegang atau menyentuh wajah dan anggota tubuh lainnya, seperti rambut itu sangat berbahaya saat pandemi seperti ini," jelas Associate Professor dari Department of Urban and Global Public Health tak menganjurkan sama sekali.

Tingkat risikonya masuk ke angka 7, artinya sudah cukup berbahaya jika dilakukan, apalagi jika mengajak anak-anak yang rentan tertular, sementara remaja juga bisa membahayakan karena paling banyak berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala).

Ngumpul lagi

6. Reuni Ketemu Teman-teman

Bagaimana pun pertemuan virtual sudah rutin dilakukan, ada kalanya garis kesabaran seseorang sudah begitu tipis, sehingga beberapa mulai mendatangi rumah kediaman temannya, alih-alih temu kangen ataureuni, bahkan sekadar ingin mengucapkan ulang tahun langsung ke sahabat.

Ternyata, nggak sedikit yang melakukan "silaturahmi" tak tahan juga jika tak memeluk atau berjabat tangan.

Sejumlah warga di Inggris sampai membuatkan "dinding pelukan" berpembatas plastik yang bisa jadi solusi bagi mereka yang nggak tahan mengobati rindu berpeluk.

Baca Juga: Sepakat Kembali Buka 29 Juli 2020, Begini Persiapan Seluruh Jaringan Bioskop di Indonesia

iStockphoto
LeMusique

Ilustrasi bioskop

5. Pergi ke Bioskop

Menghabiskan waktu lebih dari satu jam, bahkan dengan antrean masuk bisa lebih dari 2 jam kamu akan bersama banyak orang dalam ruangan tertutup.

Kemudian, duduk dan makan bersama orang banyak dengan masker terbuka, akan punya risiko yang besar dalam menularkan covid-19.

Apalagi jika bioskop belom menerapkan physical distancing, dimana penonton satu dan lainnya berjarak. Nah, kalo genre film romantis yang ditonton, tentu berjarak akan jadi menyiksa bukan, jadi lebih baik nonton di rumah saja dulu.

Olahraga di rumah

4. Olahraga ke Gym

Meskipun olahraga itu sehat, namun pada kasus COVID-19, sebaiknya hindari pergi ke Gym jika kasus virus corona masih tinggi.

Peralatan olahraga di Gym rentan menjadi penyebaran virus karena disentuh oleh banyak tangan berkeringat.

Ambillah kelas olahraga online dan gunakan barang-barang seadanya di rumah sebagai pendukung alat olahraga berat.

Udah ada banyak influencers baik yang mencontohkannya dan terbukti badan mereka tetap fit, berbentuk dan yang penting sehat tanpa keluarrumah.

Baca Juga: Kritik Konser Metal Drive-In, Frontman Machine Head: Itu Ide Terbodoh yang Pernah Ada

3. (PALING BAHAYA) Nonton Konser Musik

Konser musik yang diadakan di tempat terbuka dan mengundang banyak orang sangat berpotensi menjadi klaster baru penyebaran virus corona.

Kondisi ini paling nggak aman karena bisa bikin jarak antar penonton saling berhimpitan, belum lagi kalo superstar udah menguasai panggung, penggemar bakal gampang terhipnotis untuk berjoget atau bahkan bikin keriuhan jamaah.
129882465

Ibadah bersama

2. Berangkat ke tempat ibadah

Tempat ibadah juga bisa menjadi medium penyebaran virus corona dengan risiko yang paling tinggi.

Terbukti, pada awal pertengahan pandemi, banyak orang tertular dari kegiatan beribadah bersama ini, karenanya para pemuka agama pun telah mengeluarkan perintah untuk beribadah dari rumah.

Saat new normal, rumah ibadah telah kembali di buka, menyiasatinya adalah dengan tetap mengatur jarak ibadah, bawaperalatan ibadah sendiri dan kalo bisa dilaksanakan di rumah kenapa harus memaksakan kehendak?

Baca Juga: Kelompok Pelajar Bikin Pesta dengan Undang Pasien Covid-19, Orang yang Tertular Pertama Bakal Dapet Hadiah Uang

Pixabay

Ilustrasi pesta

1.Nongkrong di Bar/Kelab
Kegiatan dengan risiko paling tinggi (tingkat 9) dalam menularkan virus corona ternyata adalah nongkrong di bar.
Hampir semua orang di bar/kelab dansa tidak mengenakan masker. Apalagi jika dalam kondisi mabuk, besar kemungkinan mereka tak akan ingat protokol kesehatan, jaga jarak, apalagi cuci tangan. Abai segala hal pencegahan virus corona, udah ogah bawa hand sanitizer melainkan bawa cairan encer lainnya. (*)

Editor : Al Sobry

Baca Lainnya