Pelajar SMA Paling Banyak Komplain Belajar dari Rumah, Mereka Butuh Kuota Besar

Rabu, 29 April 2020 | 08:14

Pelajar SMA Paling Banyak Komplain Belajar dari Rumah, Mereka Butuh Kuota Besar

HAI-Online.com-Komisi Perlindungan AnakIndonesia(KPAI) telah mengadakan survey terkait keluhan parasiswayang kini belajar dari rumah, mulai dari jenjang TK sampe dengan SMA.
Dari survey yang melibatkan 1.700 pelajaritu terkumpul sebanyak 246 pengaduan yang diterima dari tanggal 13-20 April.

Dari jumlah yang masuk tersebut, pengaduan tertinggi berasal dari jenjang SMA dan sederajat mencapai 70 persen lebih, yaitu pelajar SMA komplain sebanyak 124 siswa (50,4%), pelajar SMK sebanyak 48 (19,5%), dan MA sebanyak 24 (9,8%).

Baca Juga: Corey Taylor Lelang 13 Gitar Koleksinya untuk Bantuan Dana Pemulihan Covid-19

Selanjutnya jenjang SMP sebanyak 33 siswa (13,4%), disusul MTS hanya 3 siswa (1,2%), dan jenjang SD sebanyak 11 kasus (4,5%) dan TK hanya ada 3 kasus keluhan (1,2%).

Hasil survey itu dinyatakan olehKPAIpunya tujuan untuk mengetahui persepsi siswaterhadap pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

"Ini diinisasi lantaran banyak aduan yang kami terima. Angkanya cukup tinggi, capai ratusan pengaduan sekaligus. Kami menilai mau nggak mau ini sesuatu yang nggak bisa dibiarkan," ucap Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, melalui konferensi personlineyang digelar pada Senin (27/4/2020) lalu.

Data pengaduan KPAI ini menggolongkan beberapa kategori, mulai dari penghasilan dan pekerjaan orang tua yang terkena dampak dari wabah COVID-19, aplikasi yang digunakan untuk kegiatan belajar dari rumah via online, seberapa banyak interaksi guru dan siswa, hingga fasilitas yang mereka gunakan termasuk kuota internet dan perangkat yang digunakan saat belajar.

Dalam survey tersebut ditemukan keluhan siswa kebanyakan terkait masalah kuota, peralatan belajar yang nggak memadahi, interaksi guru yang kurang, tugas yang banyak dengan waktu terbatas, sampe dengan masalah kesehatan seperti kelelahan dan mata sakit akibat terlalu lama di depan HP atau PC (komputer).

Baca Juga: Enam Ciri Orang yang Udah Harus Niat untuk 'Puasa' Social Media

Adapun keluhan itu salah satunya adalah harapan dari siswa yang terkumpul sebanyak 52,8% untuk pemerintah supaya menggratiskan biaya internet selama belajar dari rumah.

"Usul kepada pemerintah untuk menggratiskan internet, karena belajar dari rumah itumembutuhkan kuota yang sangat besar," isi hasil survey tersebut menyatakan demikian.

Adakah keluhan yang sama dengan kalian yang juga PJJ saat pamdemi? Kalo internet gratis untuk pelajar, jangan dipakai mabar ya! (*)

Editor : Al Sobry

Baca Lainnya