Banting Setir, 5 Pemain Bola Ini Pilih Jadi DJ Setelah Pensiun

Senin, 11 November 2019 | 11:30

Mantan pemain bola Liverpool, Djibril Cisse, kini hobi jadi DJ.

HAI-Online.com - Pemain bola kalo udah pensiun, pasti butuh pekerjaan atau setidaknya kegiatan lain untuk melanjutkan hidup. Kebanyakan, pemain bola beralih jadi pelatih atau hal yang berhubungan dengan sepak bola. Tapi, nggak sedikit juga pemain bola yang beralih ke profesi lain, seperti DJ.

Para mantan pesepakbola tersebut juga nggak tanggung-tanggung dalam bermusik. Ya, mereka beralih profesi menjadi seorang disc jockey (DJ) juga secara profesional.

Berikut beberapa eks pesepakbola yang menjadi DJ yang HAI kutip dari BolaSport.

1. Gaizka Mendieta

Mantan gelandang Valencia, Lazio, Barcelona, dan Middlesbrough ini memilih menjadi DJ sejak beberapa tahun lalu setelah pensiun.

Pria berusia 43 tahun ini mengaku menjadi DJ karena dia bisa memainkan musik yang dia suka dan bisa menghibur orang lain.

"Saya memang penggemar musik. Saya memiliki lagu favorit yang menjadi motivasi saya dulu ketika saya masih bermain, yakni Perfect Day milik Lou Reed. Saya suka liriknya. Saya selalu mendengarkannya sebelum pertandingan," ujar pria yang membela timnas Spanyol di Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2000 ini.

Baca Juga: Terpasang Sejak 6 Bulan Lalu, Temuan Kamera di Ventilasi Toilet Cewek UIN Alauddin Viral

2. Djibril Cisse

Djibril Cisse memilih pensiun pada Oktober 2015 karena cedera. Sebagai penggemar musik, dia memilih DJ sebagai kegiatannya setelah pensiun.

Pria dengan tinggi 183 cm ini sudah sering manggung di berbagai kelab malam di Prancis dan ketenarannya semakin meroket.

Pada April 2016, eks bomber Liverpool, Marseille, dan Lazio ini sempat menjadi DJ pembuka ketika diva Mariah Carey menggelar konser di Paris, Prancis.

Kepopularitasannya sebagai mantan pesepak bola dengan gaya nyentrik serta penampilan trendi membuat karier Cisse sebagai DJ semakin melejit. Dia juga memiliki nama panggung, yakni Mr Lenoir a.k.a Djibril Cisse.

Mantan pemain yang membela timnas Prancis di Piala Dunia 2002 dan 2010 ini juga memiliki lini fesyen yang dinamakan dengan nama aliasnya, Mr Lenoir.

3. Ruslan Nigmatulin

Menjadi pesepakbola profesional selama 1992-2009, Ruslan Nigmatullin telah berpindah klub berkali-kali. Pria berusia 43 tahun ini memang tak betah lama-lama berada di satu klub.

Hal ini jugalah yang membuat Nigmatullin akhirnya memilih menjadi DJ yang bisa berpindah kota sangat cepat dalam waktu beberapa hari.

Setelah pensiun, mantan kiper CSKA Moskva dan Lokomotiv Moskva ini menjadi DJ.

Dia telah menggeluti bidang ini sejak beberapa tahun lalu. Mantan kiper timnas Rusia ini pun telah menelurkan beberapa lagu di negaranya.

Selain tampil di berbagai klub di Rusia, ayah dua anak ini juga sering menjadi pengisi acara di seremonial yang terkait olahraga. Salah satunya menjadi pengisi acara upacara peresmian stadion Otkrytiye Arena yang merupakan markas Spartak Moskva.

"Menjadi DJ adalah hal yang menyenangkan. Musik selalu ada di hati saya. Berbagai musik dan bisa membuat orang-orang berdansa merupakan hal yang saya sukai," tutur pria yang memiliki sekolah sepak bola khusus kiper di Moskow dan Kazan ini.

4. Pat Nevin

Nggak semua orang bisa mengingat nama Pat Nevin. Pemain sayap timnas Skotlandia ini memang beken di era 1980-an. Wajar jika tak banyak yang tahu bahwa dia pernah bermain di Everton dan Chelsea. Mantan pemain bernama lengkap Patrick Kevin Francis Michael Nevin ini sekarang sibuk sebagai komentator dan DJ setelah pensiun.

Pria berusia 54 tahun ini sangat terkenal di kelab-kelab di London Timur. Meski sudah tak muda lagi, dia selalu bisa mengikuti perkembangan zaman dan musik yang tengah diminati.

Pria berpembawaan ramah ini selalu menggunakan Spotify untuk melihat musik yang sedang hits atau yang banyak didengarkan, berdiskusi dengan teman-teman, atau kolega yang dia temui.

"Sejak berusia belasan tahun, saya selalu dekat dengan musik," tutur pemain yang memiliki 28 caps bersama timnas Skotlandia ini.

"Saya sudah sering menjadi DJ sejak masih bermain. Dulu saya tak bisa sering-sering karena saya harus merawat diri dengan tak boleh bergadang. Sekarang, saya bisa menjadi DJ hingga jam 3 pagi di kelab," tutur pria dengan tinggi 168 cm ini.

Baca Juga: Bawa Timnas Indonesia Lolos ke Piala Asia 2020, Fakhri Husaini: Tugas Saya Sudah Selesai

5. AronChupa

Pernah mendengar lagu berjudul I'm an Albatraoz? Bagi yang pernah, tentu tahu kalau lagu itu dibawakan AronChupa. Nama itu memang nama beken semata. Soalnya, nama aslinya adalah Aron Michael Ekberg.

Ekberg adalah mantan pesepak bola Swedia. Meski tak berhasil masuk timnas, Ekberg sempat bermain di Byttorps IF sejak 2009 hingga dia memutuskan untuk fokus ke karier musiknya antara tahun 2012-2013.

Dalam lagu tersebut, Ekberg berkolaborasi dengan sang adik, Nora. Ekberg menjadi produser dan DJ untuk lagu yang mendapatkan double platinum di Swedia, Australia, dan platinum di Selandia Baru, Italia, dan Denmark.

"Saya selalu bermain sepak bola dan musik. Jadi, saya bukan berhenti bermain sepak bola karena saya ingin bermusik. Saya membuat lagu ketika saya masih bermain bola," tutur pria yang juga seorang rapper, penyanyi, dan penulis lagu ini.

"Lalu, saya merilis lagu tersebut dan lagunya disukai. Kemudian, saya berpikir sepertinya musik adalah hal yang harus saya lakukan," tutur pria kelahiran Boras, Swedia, 30 Maret 1991.

Sebelum merilis single solonya yang berjudul I'm an Albatraoz, Ekberg juga membuat grup band bersama rekan-rekannya di Byttorps IF. Band yang terbentuk pada 2012 ini sempat bekerja sama dengan Sony Music Swedia.

Artikel ini pertama kali ditayangkan di BolaSport, dengan judul artikel Para Eks Pesepak Bola yang Pindah Jalur ke Dunia Musik

Editor : Alvin Bahar

Baca Lainnya