Bangga Lagi, Mahasiswa USU Rebut 3 Medali Emas di Rusia untuk Kampas Rem Kulit Kemirinya!

Selasa, 02 April 2019 | 09:52
akurat.co

Bangga Lagi, Mahasiswa USU Rebut 3 Medali Emas di Rusia

HAI-Online.com – Inovasi membuat kampas rem dari Kulit Kemiri ternyata disukai pihak panitia Moscow International Salon of Inventions and Innovative tecnologies Archimedes ke-22.

Nggak heran, mahasiswa yang membuat kampas rem tahan panas tersebut diganjar medali emas bahkan satu piala spesial untuk kreasi dua mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut. Bangga, bukan?!

Dua mahasiswa membanggakan tersebut adalah Winelda Mahfud Zaidan Haris dari Fakultas Kedokteran Gigi angkatan 2015 dan Wahid Nurhayat dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam angkatan 2017.

Baca Juga : Ketahuan, Rahasia Sekolah Terpencil Ini Raih Piala Emas Adiwiyata Adalah “Mencontek”

Keduanyaberhasil menyabet tiga medali emas plus 1 piala special award dari Pemerintah Rusia dengan membawa topik tentang inovasi pada pembuatan kanvas rem dari kulit kemiri.

Mewakili tim Schneider yang baru memenangkan kompetisi di bidang teknologi itu, Rektor Universitas Sumatera Utara, Profesor Runtung Sitepu mengapresiasi prestasi yang ditorehkan mahasiswanya yang telah mengharumkan nama Indonesia dan Universitas Sumatera Utara di mata dunia itu.

"Tim Schneider ini memenangkan kompetisi dibidang teknologi. Mahasiswa mengangkat teknologi kanvas rem tahan panas dengan bahan baku kulit kemiri," ujar Rektor USU Runtung Sitepu, Sabtu (30/3/2019) membahas keberhasilan kampas rem organik dikutip HAI dari akurat.co

Menurut Runtung, sebelumnya tim ini juga telah meraih penghargaan emas di ajang Silicon Valley Amerika Serikat tahun lalu. Kemenangan yang diraih di Moscow, menjadi kebangga bagi seluruh keluarga besar Universitas Sumatera Utara.

"Kemenangan dua mahasiswa USU ini tentu merupakan sebuah kebanggaan tersendiri, karena mereka mampu menang di kompetisi level internasional yang diikuti peserta dari berbagai negara," ujarnya.

Baca Juga : Canggih dan Ramah Lingkungan, Printer Buatan Mahasiswa Ini Menggunakan Plastik

Setelah kegiatan di Moscow yang dihelat pada 26-29 Maret 2019 tersebut inovasi baru dari Mahfud dan Nurhayat ini bakal dipatenkan untuk dikembangkan secara komersial dalam industri otomotif.

Sebelumnya, Wahid dan Nurhayat juga bergabung dengan Azwin Harfansah Nasution, mahasiswa jurusan Teknik Kimia 2014 dan Andika Pratama jurusan Fisika 2015 untuk menjadi delegasi Indonesia yang hadir dalam kompetisi bergengsi di ajang SVIIF di San Fransisco, California,AmerikaSerikat pada pertengan tahun lalu.

"Ajang SVIIF diselenggarakan oleh dua organisasi, yakni International Federation of Inventors’ Associations (IFIA) dan Korea Invention Promotion Assosiation (KIPA).

Ajang ini menjadi ruang untuk menampilkan penemuan-penemuan terbaru, untuk tim mereka, inovasi pembuatan kampas rem organik dengan menggunakan limbah kulit kemiri menjadi yang dikedepankan.

"Inovasi yang kami buat ini bukan untuk skala lomba saja tapi juga kedepannya jadi startup," jelas Mahfud dikuti HAI dari Tribun Medan.

Baca Juga : Bangga! Lagu Solis Ardhito Pramono Terdengar di TV Nasional Korea

Ia menuturkan kampas digunakan pada motor dan kendaraan roda empat untuk pengereman, kampas res guna mengurangi kecepatan dari suatu kendaraan.

Biasa terbuat dari asbestos sebagai bahan utamanya, namun penghirupan dari beberapa jenis fiber asbestos dapat menyebabkan berbagai penyakit termasukkanker dan oleh karena itu kebanyakan penggunaan asbestos telah dilarang di banyak negara.

"Kami hadir untuk menghentikan material tersebut, dengan menggunakan limbah kulit kemiri, bisa mengurangi penyakit dan harganya lebih murah," ungkap Mahfud.

"Kedepannya akan dibangun pabrik mini yang memang tidak hanya digunakan untuk kami, tapi juga untuk inovator-inovator di USU," tambahnya.

Mahfud juga mengatakan UI (Universitas Indonesia), ITB (Institut Teknologi Bandung) sudah punya startup-start up. Ia berharapUSUjuga memiliki perusahaan yang bisa dibanggakan tidak hanya skala lokal, nasional tapi juga internasional. (*)

Editor : Al Sobry

Baca Lainnya