"Kuncinya adalah buatlah sesuatu sehingga orang berpikir bahwa Anda benar-benar memikirkannya atau telah melakukan penelitian sebelumnya. Padahal saya nggak pernah punya waktu untuk melakukan penelitian atau lainnya," imbuhnya.
Meski begitu, ia mengaku bahwa dirinya selalu berusaha untuk memastikan ada sentuhan sains di setiap komik yang ditulisnya.
"Dalam dunia Marvel, kita ilmiah. Saya ingin membuat Thor bisa terbang, jadi dia punya palu yang ketika diayunkan secepat baling-baling, dia akan terbang. Kemudian saat palu yang selalu melekat di tangannya dilemparkan ke luar angkasa, maka ia akan ikut terbang, seperti magnet. Begitulah caranya terbang," jelas Lee.
Inspirasi Marvel di dunia nyata
Meski Lee merasa nggak pernah benar-benar melakukan penelitian ilmiah dalam karyanya, tanpa ia menyadari bahwa idenya telah menciptakan banyak inspirasi bagi para ilmuwan.
Banyak ide Lee tentang modifikasi genetika dan perjalanan ruang angkasa yang saat ini benar-benar ada di dunia nyata.
Kita ambil contoh buku American Chemical Society yang berjudul The Material Science of The Marvel's The Avengers.
Buku yang diterbitkan pada 2013 ini membahas bagaimana dunia nyata dapat menjelaskan sifat material luar biasa di dalam dunia Marvel.
Belum lama ini seorang ilmuwan juga mengolah angka yang menunjukkan bahwa Thanos cukup kuat untuk menghancurkan Titanic.
Kemudian ada yang benar-benar membuat palu andalan Thor, Mjölnir di dunia nyata.
Palu itu dibuat dengan teknologi elektromagnetik dan sidik jari.
Kepergian Lee untuk selamanya jadi duka mendalam bagi para penggemar Marvel sejagat.