Di Setiap Atribut Fesyen Yang Dipakai Anak Punk, Ada Makna Perlawanan Di Baliknya. Ini Penjelasannya.

Sabtu, 23 Desember 2017 | 07:04
Rizki Ramadan

Di balik tampilannya yang terkesan lusuh dan serampangan, anak punk punya makna dalam memakai atribut fesyennya

HAI-online.com - Siapapun bisa berambut mohawk, menempelkan emblem di jaket, menggunakan gelang spiky, serta sepatu boots, tanpa perlu menyukai Rancid, Green Day, atau Sex Pistol. Singkatnya, atribut fesyen dari subkultur Punk sudah segitu membuminya.

Namun, untuk kamu yang memang menyukai punk dan suka menerapkan gaya bertato seperti Jerinx, rambut spikey seperti Billie Joe Armstrong, serta menjahit banyak emblem penuh slogan di jaketmu seperti Marjinal, sebaiknya kamu tahu makna serta sejarahnya.

Sejatinya, punk pada mulanya adalah aksi pemakaian simbol-simbol dengan cara "mencurinya". Gaya lusuh dan terkesan seram yang seperti menyuarakan pernyataan “unfashion is fashion” dipakai punkers bukan cuma untuk menarik perhatian, sob. Setiap atribut yang mereka pakai ada semangat perlawanan di dalamnya.

Baca Juga: Sebenernya Punk Itu Apa Sih? Ini 5 Ideologi Dasarnya Yang Mesti Lo Tahu

"Punk mencoba menyindir masyrakat awam dengan sikap anti kemapanan yang ditunjukkan dengan cara berpakaian, gaya rambut, asesori yang dikenakan, hingga 'memodifikasi' tubuh," tulis John Martono dan Arsita Pinandita di buku Punk! Fesyen, Subkulture, dan Identitas.

Apa saja sih makna di balik atribut punk itu? Nih, HAI sajikan ceritanya yang HAI sadur dari buku tersebut di atas. Simak:

1. Tindik

Kalau dilihat dari jaman dahulu, sih, budaya menindik ini udah pake sama suku-suku di Afrika, Papua, dan Dayak. Bahkan, ada yang lobang tindiknya gede banget. Bagi punkers, gaya tindik ini mereka "curi" untuk dimaknai kembali sebagai perlawanan terhadap tatan nilai sosial yang ada. Menindik badan, dan memodifikasi tubuh mereka adalah usaha membebaskan diri dari tabu dan norma yang membelenggu.

2. Tato

Bagi anak punk, tato adalah simbol pemberontakan terhadap pandangan-pandangan stereotip masyarakat. Namun, kalau dilihat dari gambar serta tulisan yang mereka biasa jadikan tato, bisa dibilang juga bahwa tato adalah cara mereka untuk mengabadikan slogan atau simbol tertentu di dirinya, selain sebagai media untuk menyampaikan pesan tertentu.

3. Kaos

Kaos yang dipakai punkers tentu sudah dimodif: di robek di beberapa bagian dan biasanya menampilkan gambar atau tulisan yang lekat dengan idealisme mereka.

Sebelumnya, kaos bukan bagian dari tatanan fesyen punk. Namun, kaos di kalangan punk kian populer setelah film Rebel Without A Cause (1955) yang diperankan oleh James Dean. Kaos yang sebelumnya cuma sebagai underwear saja, digunakan sebagai pakaian sehari-hari.

4. Jaket

Jaket, secara fungsional, jaket dipakai agar tubuh terlindung dari sinar matahari atau sengatan udara dingin. Namun, bagi punkers, terutama komunitas Street Punk dan Anarcho Punk, jaket dipakai sebagai medium mereka menempelkan pin, emblem, peniti, spike dan gambar-gambar yang menampilkan pesan politik tertentu. Pada mulanya, anak Punk membuat jaketnya dengan semangat Do it Yourself (DIY)

5. Jeans Ketat yang Sobek

Pada umumnya, anak Punk adalah kaum pekerja. Celana jeans adalah pakaian bawah yang membuat mereka nyaman bekerja maupun saat berdesakan di moshpit.

Nah, kalau gaya ketat dan sobek-sobeknya adalah simbol perlawanan mereka terhadap fesyen yang rapih dan glamour.

Baca Juga: Asal Usul Celana Jeans Sobek-sobek yang Sebenarnya Anti-fashion

6. Sepatu Boot

Awalnya sepatu ini hanya dipakai oleh militer. Kaum Punk memakainya sebagai simpol terhadap oknum militer yang menyalahgunakan wewenangnya.

7. Sepatu Doc Mart

Doc Mart adalah sepatu para pekerja, awalnya populer di Inggris. Sepatu ini menjadi identik dengan anak Punk karena sebagian mereka adalah para pekerja. Selain itu, sepatu ini digunakan untuk menegaskan citra bahwa mereka adalah pekerja keras dan mandiri.

8. Emblem

Lagi-lagi, ini adalah atribut yang mereka "curi" dari aparat. Anak Punk menggunakan emblem lalu ditempel di jaket atau bahkan celana--biasanya hanya ditempel dengan peniti--untuk menyindir oknum militer serta menyampaikan pesan-pesan sosial atau memopulerkan band-band punk kesukaan mereka.

9. Kalung Rantai

Populer sejak Sid Vicious mengenakannya. Asesoris ini dimaknai anak punk sebagai simbol solidaritas dan persaudaraan antar komunitas Punk. Bentuk rantai yang saling mengait menggambarkan nilai-nilai kesetaraan yang mereka anut.

10. Kalung Spike

Sebelumnya, kalung ini hanya biasa dipakaikan pada anjing peliharaan agar mereka disiplin. Anak Punk menggunakan atribut ini sebagai bentuk kengganan mereka mengikuti tatanan yang ada.

11. Pin

Pin sama kayak emblem bagi anak Punk. Dipakai untuk menyampaikan pesan tertentu, entah itu menunjukkan band favorit mereka atau propaganda idealisme serta perlawanan mereka.

12. Peniti

Ini adalah salah satu atribut yang paling nggak disangka-sangka. Pertama kali dipopulerkan oleh Viviene Westwood pada rancangan bajunya untuk The Sex Pistol, peniti dipakai untuk menempelkan emblem di jaket. Dengan begitu, peniti juga menyimbolkan budaya cut and paste pada fasion. Sama kayak fungsi lem dalam membuat zine untuk menempel potongan-potongan gambar dari majalah.

13. Rantai Dompet

Secara fungsi, rantai pada dompet adalah untuk mencegah dompet agar nggak jatuh atau tercuri. Tapi secara makna, rantai pada dompet ini berarti sindirian terhadap kaum kapitalis dan borjuis yang suka mencuri hak-hak orang lain.

14. Sabuk Spiky

Sabuk adalah bentuk perlawanan anak Punk terhadap tata sosial yang ada. Mereka mau menghancurkan fungsi sabuk. Karena itu yang biasa mereka pakai adalah sabuk hitam yang ditempel besi duri.

15. Sepatu Converse

Awalnya, Converse All Star adalah sepatu basket. Namun, band punk The Ramones memaknainya berbeda. Mereka mengenakannya sebagai spatu kasual dan gaya. Sejak itulah anak Punk suka memakai sepatu sol karet ini juga.

Tag :

Editor : Rizki Ramadan

Baca Lainnya