Mantan Polisi di Kasus BlackLivesMatter Divonis Hukuman 22,5 Tahun Penjara

Sabtu, 26 Juni 2021 | 17:12

Cauvhin Mantan Polisi di Kasus BlackLiveMatter Divonis Hukuman 22,5 Tahun Penjara

HAI-Online.com- Masih ingat kasus yang membuat hashtag #BlackLivesMatter menggelora di Amerika Serikat dan akhirnya warga dunia?
Nah, Derek Chauvin, seorang mantan polisi yang menyerang orang kulit hitam keturunan Afrika-Amerika George Flyod di Minnesota, AS itu telah divonis oleh pengadilan setempat dengan putusan hukuman penjara selama 22,5 tahun.
"Hukuman itu tidak didasarkan pada emosi atau simpati," kata Hakim Peter Cahill, yang menjatuhkan hukuman di pengadilan Minneapolis.
Baca Juga: Reynhard Sinaga Ditingkatkan Masa Hukumannya oleh Pengadilan Inggris Jadi 40 Tahun
Juri di pengadilan itu memutuskan, Chauvin—yang berkulit putih—telah bersalah atas pembunuhan tingkat dua yang tidak disengaja, pembunuhan tingkat tiga, dan pembunuhan tingkat dua dalam kematian George Floyd.

Putusan tersebut juga lebih rendah dari tuntutan jaksa yang menuntut hukuman 30 tahun penjara.

Hakim Cahill mengatakan penting untuk melihat rasa sakit keluarga Floyd, dan mengakui perhatian global dari kasus ini. Namun, dia menyatakan hal itu tidak akan mempengaruhinya.

"Saya tidak mendasarkan vonis saya pada opini publik," kata Cahill lagi mengungkap alasan tegasnya.

Lagi pula, vonis itu secara luas dipandang sebagai teguran penting atas penggunaan kekuatan polisi yang tidak proporsional terhadap warga kulit hitam Amerika.

Jika ada yang masih ingat, peristiwa yang tersebar adalah Chauvin telah menindih leher Floyd dengan lututnya pada Mei 2020 hingga menyebabkan kematian korban.

Aksi tidak manusiawi Chauvin terhadap mendiang Floyd itu menuai demonstrasi massal besar-besaran melawan diskriminasi rasial di seantero AS, tahun lalu, setelah videonya menjadi viral beserta tagar yang seragam.

Baca Juga: Bahas Kekerasan Anti Asia di Amerika, Sutradara Parasite: Belajarlah dari Film 'Do The Right Thing'

Reutersmelansir, hukuman Chauvin adalah salah satu hukuman terlama yang diberikan kepada mantan perwira polisi karena menggunakan kekuatan fisik dan berakibat fatal melanggar hukum di AS, ungkap Jaksa Agung Minnesota, Keith Ellison.

Tuntutan terhadap polisi di Amerika, jarang yang berhasil dalam kasus semacam itu. Namun keadilan itu terbukti bisa dijalankan.

"Hukuman hari ini bukan keadilan, tetapi ini adalah momen lain dari akuntabilitas nyata di jalan menuju keadilan,” kata Ellison di luar ruang sidang.

Dia menyerukan para pemimpin penegak hukum di seluruh AS untuk melihat perkara Chauvin ini sebagai momen untuk reformasi di tubuh kepolisian.

Di Gedung Putih, Presiden AS Joe Biden, yang telah berbicara beberapa kali dengan keluarga Floyd, menilai hukuman yang dijatuhkan pengadilan kepada Chauvin itu tampaknya sudah tepat.

Baca Juga: Billie Eilish Ikut Suarakan #BlackLivesMatter atas Kematian George Flyod

Sementara, saudara Floyd, Rodney, dan; keponakannya, Brandon Williams, mengkritik hukuman itu. Mereka menilai vonis yang dijatuhkan pengadilan belum setimpal.

“Kami ini ibaratnya menjalani hukuman seumur hidup, karena kami tidak bisa mendapatkan George kembali,” kata Williams di luar gedung pengadilan. (*)

Editor : Al Sobry

Baca Lainnya