Kisah Kesuksesan radja, Band yang Membuka 'Melayu Wave' di Indonesia: Berawal Dari Strategi Promo yang Berbeda

Minggu, 08 November 2020 | 14:08
EMI Music Indonesia

Formasi radja 2005. Masih pada inget?

HAI-ONLINE.COM - Pertengahan 2000-an lalu, gelombang pop melayu merajai tangga musik Indonesia. Lagu-lagu Kangen Band, ST12, hingga Wali bisa dengan mudahnya kita dengar di berbagai tempat, diputar berulang-ulang sejak acara musik TV pagi hari hingga sinetron malam, bikin sebagian orang muak.

Nggak jarang yang nyebut masa-masa ini sampah, kualitas musik Indonesia memburuk, dan sebagai. Seiring berjalannya waktu, masa melayu ini malah jadi sebuah nostalgia, bahkan part of kitch culture yang lagi naik juga. Lihat aja karaokean melayu di Synchronize Fest atau proyek dari Kiki "Ucup" Aulia bernama Ucupop.

Tapi, gimana ceritanya melayu pop dan segala perintilannya laku di Indonesia? Mari balik ke tahun 2005.

Kali ini kita bakal ngebahas sebuah band bernama radja. Perlu diingat, nama bandnya memang radja dengan "r" kecil.

Soalnya, dikutip dari arsip HAI, mereka menolak menggunakan huruf kapital di depan namanya.

"Kami lebih suka kalo nama band kami ditulis dengan huruf kecil semua. Soalnya, kami ini nggak spesial. Kalo 'Radja' kan kesannya jadi gimana gitu? Mendingan ditulis radja, deh! Biar lebih membumi," bilang Ian Kasela, sang vokalis.

Sepintas, alasan ini emang terdengar konyol. Pake huruf kapital atau nggak, maknanya tetep sama.

Tapi, pendapat band yang diperkuat juga sama Moldy (gitar), Indra (bas) dan Seno (drum) patut dihargai.

Baca Juga: Gorillaz Bertualang di Los Santos 'GTA San Andreas' dalam Video Klip 'The Valley Of Pagans'

Apalagi kalo berhubungan sama keinginan untuk tidak menyombongkan diri.

"Meski album kami lumayan laku,tapi kami bukanlah band yang istimewa. Kalo dibandingin sama band-band lain kayak Padi. Gigi dan Peterpan, jelas kami masih kalah. Pokoknya, kami ini ordinary band. Yang masih harus banyak belajar buat masa depan," bilang Ian, dari arsip HAI 2005 lalu.

Pada akhirnya, semangat radja ini ditiru sama band-band sejenis. Wali dkk selalu tampil sederhana dan biasa-biasa saja, walau sedang berada di atas.

Halaman Selanjutnya

Sebenarnya sih, Ian terlalu merendah. Dengan angka…
Tag

Baca Lainnya