Fat Boy Slim Hingga Thom Yorke Desak Pemerintah Inggris Sokong Industri Musik Dance di Tengah Pandemi Covid-19

Kamis, 23 Juli 2020 | 18:30
Wikimedia

Thom Yorke

Hai-Online.com - Sejumlah pesohor dari skena musik dance di Inggris menggalang sebuah kampanye bertajuk #LetUsDance.

Kampanye baru ini bertujuan untuk mendesak pemerintah Britania Raya untuk memberi dukungan secara menyeluruh terhadap industri musik dance yang ikut terpuruk akibat pandemi covid-19.

Kampanye #LetUsDance diikuti oleh Thom Yorke, Fatboy Slim, Caribou, Massive Attack, Four Tet, Daniel Avery dan banyak lagi.

Mereka mendesak pemerintah untukmemperlakukansecara sama industri musik dansa Inggris seperti musik live dan pertunjukan sektor seni, dan memberi industri tersebut pendanaan untuk bisa terus melalui masa pandemi.

Pada awal Juli lalu, pemerintah Inggris mengucurkan dana bantuan senilai 1,57 miliar euro, yang mana belum pernah dilakukan sebelumnya, demi mendukung sektor seni dan hiburan.

Namun, seperti dikutip dari NME, dana tersebut kabarnya belum mencakup pendanaan bagi klub-klub malam, acara maupun festival musik.

Baca Juga: Diam-Diam, The Rolling Stones Rilis Lagu Bareng Jimmy Page

Bicara tentang kampanye tersebut, Greg Marshall dari Association For Electronic Music (AFEM) mengatakan: “Klub malam dan festival adalah jantung detak dari skena dansa Inggris; memberikan kegembiraan bersama kepada jutaan penggemar setiap tahun, menyediakan lapangan kerja dan pendapatan untuk jaringan yang saling tergantung dari ratusan ribu orang, sambil berkontribusi dana ratusan juta bagi perekonomian."

Kampanye baru ini sendiri hadir menyusul peluncuran kampanye dengan konteks yang lebih luas, yakni #LetTheMusicPlay, yang didukung oleh sejumlah band dan musisi besar UK, antara lain Radiohead, The Cure, Nick Cave, PJ Harvey, Johnny Marr, Dizzee Rascal, Primal Scream, Paul McCartney, Dua Lipa, The Rolling Stones dan Coldplay.

Para artis tersebut menandatangani surat terbuka ke pemerintah, dan mendesak penanganan segera demi mencegah "keruntuhan" industri musik paska covid-19.(*)

Editor : Alvin Bahar

Baca Lainnya