Gig Rock dan Metal Resmi Pertama di Arab Saudi Digelar Pada Oktober Lalu, Ini Keseruannya

Sabtu, 16 November 2019 | 11:10
YouTube/Creative Waste

Creative Waste saat tampil Bohemian Art Cafe pada 25/10/19 yang merupakan gig metal resmi pertama di Arab Saudi

HAI-online.com -Band grindcore asal Arab Saudi, Creative Waste, menciptakan sejarah baru di bulan lalu ketika mereka tampil di gig metal pertama yang digelar secara resmisejak lebih dari satu dekade.

Gig metalini berlangsung pada tanggal 25 Oktober lalu di Bohemian Art Café, Khobar. SelainCreative Waste, ada juga band doom-metal Shamal daninstrumentalis Madani Zakari.

Saat berbincangdenganMetal Injection, Fawaz Al Shawaf, vokalis/bassist Creative Waste, mengungkapkan kegelisahannya menjelang konser tersebut.

Ia khawatir terhadap orang-orang, terutama para band, yang mungkin telah merasa skeptis untuk waktu yang cukup lama.

Baca Juga: Bawa Slipknot ke Indonesia, Segini Bocoran Budget untuk Bikin Hammersonic

Apalagi mereka kebanyakan berasal dari generasi tua. Banyak dari mereka yang bersikap konservatif dan mungkin nggak siap ambil risiko.

Kecemasannya ini cukup masuk akal, sebab pada tahun 2009 silam, ada suatu insiden dalam sebuah pertunjukan besar di Riyadh.

Konser tersebut menjadipenuh sesak dancukup chaos, yang berujung dengan dua orang penyelenggara(seorang Suriah dan seorang Arab Saudi) ditangkap dan dipenjara oleh kepolisian.

Menurutnya, hal tersebut karena kerakusan pihak penyelenggara untuk meraup banyak uang yang berujung pada kematian konser musik rock dan metal.

Baca Juga: Sempurnakan Karya Sebelumnya, HMGNC Rilis Single 'When Love Awaits'

Semenjak itu, gig musik rock dan metal di negara tersebut diadakan secara underground, sampai akhirnya para generasi muda mencoba untuk membawanya kembali ke permukaan.

“Orang-orang yang mengorganisir acara itu pada dasarnya adalah pendatang baru dan masih muda.Mereka bahkan tak tahu apa itu grindcore atau death metal," ujar Shawaf.

"Jadi merekanggak suka musik ekstrem, tetapi merekamemintakami danakupikir idenya sangat gila sehinggaaku menerimanya karena itu adalah bagian dari perubahan," tambahnya.

Empat hari setelah konser diumumkan, tiket terjual habis. Sempat ada kekhawatiran insiden di tahun 2009 akan terulang.

Baca Juga: NIKI Lebih Dominan di Mini Album Head In The Clouds II Versi Akustik

Namun, acara berjalan lancar dan ramai, meski ada sedikit keluhan dari toko-toko di samping venue.

“Itu adalah salah satu pertunjukan terbaik yang pernah kami lakukan.Banyak wajah-wajah baru, yang belum pernahkulihat selama lebih dari 10 tahun.Mereka muncul pada hari itu, yang mana sangat keren.Rasanya semua orang kembali.Semua orang mulai berharap,”ujar Shawaf bangga.

Ia berharap gig ini akan menjadi gerbang pembuka untuk gig-gig rock dan metal resmi lainnya di Arab Saudi.

(*)

Editor : Al Sobry

Baca Lainnya